Selain itu, Disdukcapil juga telah mengirimkan surat imbauan kepada para Ketua RW agar warga pendatang segera melaporkan administrasi kependudukannya.
“Dalam 1 bulan pasca Lebaran 2025, ada 603 orang yang pindah datang ke Cimahi, sedangkan 718 orang pindah keluar,” kata Tri.
Menurutnya, tren perpindahan penduduk di Cimahi menunjukkan jumlah warga yang keluar masih lebih banyak, meskipun angkanya hampir seimbang dengan jumlah pendatang.
Baca Juga:Disdukcapil Cimahi Akui Tantangan Minimnya SDM Jadi Kendala Utama PelayananWarga Cimahi Belum Rekam KTP-el Terancam Penonaktifan, Disdukcapil Tegaskan Konsekuensinya
“Dan tren pindah datang jg dalam 1 tahun di 2025 menunjukan lebih banyak penduduk yang pindah keluar daripada yang datang ke Kota Cimahi,” jelasnya.
Dari sisi perkembangan jumlah penduduk, data Disdukcapil menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir, meskipun laju pertumbuhannya mulai melambat.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Cimahi tercatat 575.519 jiwa pada 2023, meningkat menjadi 581.994 jiwa pada 2024, dan kembali naik menjadi 584.820 jiwa pada 2025.
“Kenaikan ini menandakan adanya penambahan sekitar 6.475 jiwa dari 2023 ke 2024, lalu melambat menjadi sekitar 2.826 jiwa pada periode 2024 ke 2025. Secara persentase, laju pertumbuhan juga turun dari sekitar 1,13 persen menjadi 0,49 persen,” kata Tri.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa Cimahi mulai memasuki fase kota urban yang lebih matang, dengan pertumbuhan penduduk yang tetap meningkat namun tidak seagresif sebelumnya, seiring dengan tingginya tingkat kepadatan wilayah.
Di sisi lain, data migrasi memperlihatkan kecenderungan yang berbeda. Dalam periode yang sama, jumlah warga yang keluar dari Cimahi tercatat lebih tinggi dibandingkan yang masuk.
“Pada 2023, sebanyak 6.239 jiwa masuk ke Cimahi, sementara yang keluar mencapai 6.530 jiwa. Tren serupa terjadi pada 2024 dengan 6.042 jiwa masuk dan 6.553 jiwa keluar, serta pada 2025 sebanyak 5.130 jiwa masuk dan 6.396 jiwa keluar,” bebernya.
Baca Juga:Stok Blanko Aman Meski Dibatasi Pusat, Disdukcapil Cimahi Pastikan Layanan KTP-el Tetap Lancar di 2026Disdukcapil Cimahi Tetap Buka Saat Libur Nataru, Pelayanan Adminduk Meningkat Tajam
Kondisi tersebut mencerminkan migrasi neto yang cenderung negatif, di mana jumlah penduduk yang keluar lebih besar dibandingkan pendatang baru. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan tekanan kepadatan wilayah, sehingga sebagian warga memilih tinggal di daerah penyangga yang dinilai lebih longgar.
Sementara itu, keberadaan penduduk non permanen juga menjadi perhatian. Kelompok ini merupakan warga yang tinggal lebih dari satu tahun di Cimahi, namun belum memindahkan domisili administrasi kependudukannya.
