JABAR EKSPRES – Arus mobilitas penduduk di Kota Cimahi pascalebaran 2026 menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi mencatat adanya potensi peningkatan warga pendatang yang memilih menetap, di tengah tren perpindahan warga ke luar daerah yang masih berlangsung.
Berdasarkan data Disdukcapil, sepanjang Maret 2026 tercatat sebanyak 448 warga Cimahi pindah keluar kota. Sementara itu, jumlah warga yang datang dan menetap di Cimahi mencapai 439 orang.
Selisih yang tipis ini menunjukkan bahwa arus migrasi berada dalam kondisi relatif stabil, tanpa lonjakan signifikan baik dari sisi kedatangan maupun perpindahan keluar.
Baca Juga:Disdukcapil Cimahi Akui Tantangan Minimnya SDM Jadi Kendala Utama PelayananWarga Cimahi Belum Rekam KTP-el Terancam Penonaktifan, Disdukcapil Tegaskan Konsekuensinya
Perpindahan lintas kabupaten dan kota masih mendominasi pola migrasi. Dari total warga yang keluar, sebanyak 254 orang berpindah ke daerah lain dalam lingkup kabupaten/kota, sedangkan 89 orang lainnya tercatat pindah antarprovinsi.
Pola serupa juga terjadi pada arus masuk, di mana 249 pendatang berasal dari luar kabupaten/kota dan 83 orang dari luar provinsi.
Pergerakan penduduk sepanjang Maret juga memperlihatkan fluktuasi. Pada awal bulan, angka perpindahan cukup tinggi, terutama pada 2 dan 4 Maret yang masing-masing mencatat lebih dari 30 orang pindah keluar.
Tren tersebut kembali meningkat menjelang akhir bulan, khususnya pada 30 dan 31 Maret. Jika dibandingkan dengan periode pascalebaran tahun sebelumnya, mobilitas penduduk pada 2026 cenderung menurun.
Pada April 2025, jumlah warga yang pindah keluar mencapai 718 orang, sementara pendatang tercatat sebanyak 603 orang. Penurunan ini terlihat cukup signifikan, baik dari sisi arus keluar maupun arus masuk.
Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Tri Lospala Candra, menjelaskan bahwa pascaidulfitri terjadi peningkatan jumlah pendatang baru yang menetap di Cimahi, meskipun di sisi lain perpindahan keluar juga tetap terjadi.
“Dalam 1 minggu setelah Lebaran, ada 112 orang warga dari luar Provinsi Jawa Barat atau dari luar kota di Jawa Barat yang ‘Hijrah’ ke Cimahi dengan berbagai alasan. Namun, ada juga 148 orang yang pindah keluar Cimahi,” ungkapnya saat dikonfirmasi Jabar Ekspres via pesan WhatsApp, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga:Stok Blanko Aman Meski Dibatasi Pusat, Disdukcapil Cimahi Pastikan Layanan KTP-el Tetap Lancar di 2026Disdukcapil Cimahi Tetap Buka Saat Libur Nataru, Pelayanan Adminduk Meningkat Tajam
Ia menambahkan, proses pendataan dilakukan melalui fitur Pandacima yang memudahkan Ketua RW, operator kelurahan, hingga kecamatan dalam memantau warga yang masuk ke wilayah masing-masing.
