Disdukcapil Cimahi Akui Tantangan Minimnya SDM Jadi Kendala Utama Pelayanan

Sejumlah Warga saat Mendatangi Mal Pelayanan Publik untuk Pembuatan KTP-EL (mong)
Sejumlah Warga saat Mendatangi Mal Pelayanan Publik untuk Pembuatan KTP-EL (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, hambatan yang terjadi dinilai tidak terlalu signifikan, terutama dari sisi sarana dan prasarana.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Tri Lospala Candra, saat menjelaskan kondisi teknis pelayanan yang selama ini berjalan.

Ia menyebutkan bahwa setiap organisasi pelayanan publik pasti memiliki hambatan, namun untuk Disdukcapil Cimahi skalanya masih bisa dikendalikan.

Baca Juga:Ini 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional Pendidikan

“Kalau hambatan pasti ada. Tapi untuk di Kota Cimahi, alhamdulillah tidak terlalu signifikan,” ujarnya pada Jabar Ekspres, Selasa (20/1/26).

Tri menjelaskan, dari sisi sarana dan prasarana, Disdukcapil Cimahi saat ini relatif dalam kondisi aman. Sebagian besar kebutuhan penunjang pelayanan telah terpenuhi, meskipun dalam dua tahun terakhir terdapat gangguan berskala global yang berdampak pada rencana peningkatan fasilitas.

“Sebetulnya tahun ini kami ingin kembali meningkatkan kualitas sarana prasarana. Namun karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, akhirnya kami harus melakukan skala prioritas untuk kebutuhan kota,” jelasnya.

Ia berharap ke depan regenerasi peralatan yang sudah perlu pembaruan dapat segera direalisasikan. Meski demikian, Tri menegaskan bahwa untuk saat ini kondisi sarana dan prasarana pelayanan Disdukcapil Cimahi masih benar-benar aman dan layak digunakan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi justru berasal dari internal organisasi, yakni keterbatasan jumlah sumber daya manusia (SDM).

“Kalau tantangan terbesar dari internal itu hanya satu, jumlah SDM,” ungkapnya.

Keterbatasan SDM ini berdampak pada upaya optimalisasi layanan jemput bola ke masyarakat. Menurut Tri, Disdukcapil Cimahi harus membagi tenaga antara pelayanan di kantor dan tim lapangan yang turun langsung ke masyarakat.

Baca Juga:Wali Kota Dedie Tekankan Pembuangan Puing Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor Harus Rapi dan TertibĀ Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta IntegritasĀ 

“Kita tetap harus memberikan pelayanan di kantor, sekaligus membagi tim untuk jemput bola ke lapangan,” katanya.

Ia berharap ke depan tim lapangan bisa menjadi tim khusus yang tidak terganggu oleh tugas pelayanan di kantor. Begitu pula sebaliknya, petugas yang melayani secara offline di kantor diharapkan bisa fokus tanpa harus meninggalkan pelayanan untuk tugas lapangan.

0 Komentar