Kebakaran di Kota Bandung Cukup Tinggi, Damkar Soroti Kelalaian dan Akses Jalan

Ilustrasi: Kebakaran gedung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Kebakaran gedung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jumlah kejadian kebakaran di Kota Bandung terus meningkat per tahun ini. Hingga pertengahan 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) mencatat, ada sebanyak 113 peristiwa kebakaran terjadi di berbagai kawasan.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Bandung, M. Yusuf Hidayat, menjelaskan bahwa penyebab kasus kebakaran tersebut didominasi korsleting listrik dan kelalaian warga.

“Sebetulnya 90 persen kebakaran terjadi karena kelalaian manusia. Kami fokus pada edukasi, pelatihan, dan simulasi agar masyarakat tahu bagaimana mencegah dan menangani api di awal kejadian,” jelas Yusuf dalam keterangan yang diterima Jabar Ekspres, Rabu (11/6).

Baca Juga:Kasus Rentenir Masih Banyak, Pemkot Bandung Pastikan Dorong Satgas Tiap KecamatanTerjadi Eror, Dewan Sayangkan Gangguan Server SPMB Jabar

Yusuf menyebut, kelalaian yang umum terjadi antara lain penggunaan terminal listrik berlebihan dan kebiasaan membakar sampah sembarangan.

Dirinya menekankan, perlunya pendekatan berbasis kawasan untuk pencegahan, karena titik kebakaran tidak hanya terjadi di permukiman, tapi juga fasilitas umum hingga kendaraan.

Dalam menjalankan fungsinya, lanjut Yusuf, saat ini Disdamkarmat juga bertanggung jawab pada penyelamatan dan edukasi, tidak hanya pemadaman.

“Artinya, selain pemadaman, kami juga bertanggung jawab terhadap penyelamatan, mitigasi, dan edukasi kebakaran kepada masyarakat,” lanjutnya.

Selain edukasi, pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan instansi lain, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan penanganan kebakaran sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Strategi ke depan, kata dia, termasuk peningkatan kapasitas armada untuk menjangkau gedung-gedung tinggi dan penguatan regulasi teknis seperti pemasangan sprinkler di bangunan komersial.

Soal kendala di lapangan, Yusuf tak menampik masih adanya hambatan infrastruktur, terutama jalan sempit yang memperlambat mobilitas armada.

Baca Juga:Kabogor Fest 2025, Bupati Bogor: Antusiasme yang Cukup Tinggi!Terima Pelimpahan Berkas Penyidikan Kasus Dugaan Pelecehan di RSHS dari Polda, Begini Kata Kajati Jabar!

“Kami juga terus memperkuat edukasi penggunaan APAR, karung basah, dan sistem proteksi kebakaran pada bangunan,” pungkasnya.

0 Komentar