Kasus Rentenir Masih Banyak, Pemkot Bandung Pastikan Dorong Satgas Tiap Kecamatan

Ilustrasi: Warga membuka informasi di media sosial tentang bebas Rentenir di Kota Bandung, Rabu (11/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Warga membuka informasi di media sosial tentang bebas Rentenir di Kota Bandung, Rabu (11/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masalah rentenir masih mengintai warga Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung lantas mempercepat pembentukan perwakilan Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir di tiap kecamatan.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menjelaskan langkah tersebut diambil untuk memperkuat perlindungan warga dari jeratan pinjaman ilegal.

“Saya akan bicarakan dengan Pak Wali agar di tiap kecamatan ada perwakilan Satgas Anti Rentenir, ini penting supaya masyarakat merasa tenang dan terlindungi,” jelas Erwin saat menerima audiensi Satgas Anti Rentenir Kota Bandung baru-baru ini.

Baca Juga:Terjadi Eror, Dewan Sayangkan Gangguan Server SPMB JabarKabogor Fest 2025, Bupati Bogor: Antusiasme yang Cukup Tinggi!

Erwin menuturkan, kehadiran Satgas penting untuk mengawasi praktik pinjaman yang merugikan serta mensosialisasikan solusi yang lebih aman bagi warga.

Menurut dia, Satgas tidak hanya mengedukasi, tetapi juga aktif mendatangi RW untuk memantau langsung persoalan di lapangan, sejumlah faktor ditenggarai menjadi penyebab masyarakat terjebak pola rentenir.

“Banyak warga yang tergiur karena proses pinjamannya mudah, tapi tidak sadar kalau bunganya sangat tinggi. Ini yang kita waspadai,” tuturnya.

Erwin memastikan, Satgas akan berkolaborasi dengan sejumlah program pemberdayaan seperti UMKM Center, pusat kuliner, dan inkubasi bisnis di 30 kecamatan.

“Ini bisa kita kolaborasikan dengan program yang kita rencanakan ini berjalan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, Saji Sonjaya, menyebut saat ini sudah ada 14 kecamatan yang menjalankan program Kampung Bersih Rentenir.

“Kita sudah mulai dari Sukajadi dan Ujungberung sebagai proyek percontohan,” sebut Saji.

Baca Juga:Terima Pelimpahan Berkas Penyidikan Kasus Dugaan Pelecehan di RSHS dari Polda, Begini Kata Kajati Jabar!Dapur Sehat Kapten Jamhur Kerahkan Lima Mantan Chef Penuhi Makanan Bergizi Gratis di 11 Sekolah

Adapun dirinya mencatat, dalam satu tahun terakhir, Satgas menerima sekitar 500 laporan dari warga yang terjerat rentenir. Dalam satu tahun, terdapat 500 laporan yang datang by name by address.

Saji menyatakan siap memperkuat koordinasi di tiap wilayah jika pembentukan Satgas di tingkat kecamatan dipercepat.

“Kita effort-nya tinggi,” tegasnya.

“Seorang anggota Satgas, satu minggu menangani dua orang korban, kita bagi per wilayah. Maka dengan adanya Satgas per kecamatan lebih efektif,” pungkasnya.

0 Komentar