SDIT Al Fitrah Bandung Bentuk Generasi Soleh, Cerdas, dan Kreatif Lewat Program Tahfiz dan Literasi

SDIT Al Fitrah Bandung Bentuk Generasi Soleh, Cerdas, dan Kreatif Lewat Program Tahfiz dan Literasi
SDIT Al Fitrah Bandung Bentuk Generasi Soleh, Cerdas, dan Kreatif Lewat Program Tahfiz dan Literasi (sumber: ypmalfitrah.sch.id)
0 Komentar

Rangkaian program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada siswa.

Ada kegiatan yang berfokus pada penguatan keagamaan, kreativitas, kemandirian, komunikasi, prestasi maupun hubungan antara sekolah dan keluarga.

Melalui Market Day dan Cooking Day, misalnya, siswa mendapatkan pengalaman melakukan kegiatan yang bersifat praktis.

Baca Juga:Peringati World Pharmacists Day 2026, IAI Sumedang Tegaskan Komitmen Bersama Lawan Penyalahgunaan ObatBLT Dana Desa 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal dan Cara Daftar Penerimanya

Sementara kegiatan seperti Mabit dan Magang Pesantren memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman keagamaan di luar rutinitas pembelajaran reguler.

Orang Tua Jadi Bagian dari Proses Pendidikan

Bagi SDIT Al Fitrah, pendidikan anak tidak dapat hanya mengandalkan sekolah.

Keterlibatan orang tua menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesinambungan pendidikan antara sekolah dan rumah.

Hal tersebut bahkan tercantum dalam misi sekolah yang menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh komponen sekolah, termasuk orang tua, dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sekolah memiliki berbagai bentuk komunikasi dan pendampingan, termasuk parenting, home visit serta bimbingan dan konseling.

Fidoh mengatakan ketika sekolah menghadapi persoalan tertentu pada siswa, pendekatan yang dilakukan tidak hanya melihat perilaku anak di sekolah.

Kondisi keluarga juga menjadi bagian yang perlu dipahami.

“Ketika misalnya ada seorang anak, kenapa ya? Kita tidak bisa melihatnya dari sisi anaknya kenapa, tapi memang kita harus melihat behind itu siapa. Yang masuk itu adalah keluarganya,” katanya.

Baca Juga:Cara Bikin Kartu Layanan Gratis untuk Naik Transjakarta hingga LRT, Ada 15 Golongan yang Bisa PakaiHari Ketujuh Pencarian 5 Jurnalis Hilang, Tim SAR Sisir 3 Pulau Dekat Anak Krakatau

Karena itu, sekolah berupaya membangun komunikasi dengan orang tua ketika seorang anak membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

“Pembelajaran itu ternyata nggak bisa cuma ke anak saja, tapi juga bagaimana caranya dengan orang tuanya bareng-bareng,” ujar Fidoh.

Penanganan persoalan siswa dapat dilakukan secara bertahap melalui wali kelas, guru BK, bidang kesiswaan hingga kepala sekolah sesuai dengan kebutuhan.

Membentuk Anak yang Siap Menghadapi Perubahan Zaman

Berbagai program yang dikembangkan SDIT Al Fitrah pada akhirnya mengarah pada tujuan yang sama, yakni membentuk siswa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.

Kurikulum nasional tetap menjadi dasar pencapaian pembelajaran, sementara nilai-nilai Islam menjadi bagian yang terintegrasi dalam keseharian siswa.

Tahsin dan tahfiz membangun kedekatan dengan Al-Qur’an. Pembiasaan salat dan kegiatan keagamaan memperkuat karakter Islami. Literasi dan numerasi membantu membangun kemampuan dasar akademik.

0 Komentar