JABAR EKSPRES – Pendidikan di tingkat sekolah menengah tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik.
Kemampuan berkomunikasi, berkarya, bekerja sama hingga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari bekal siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Pendekatan tersebut dikembangkan SMPIT Al Fitrah Bandung melalui berbagai program yang memadukan pendidikan Islam, akademik dan pengalaman langsung.
Baca Juga:SDIT Al Fitrah Bandung Padukan Tahfiz, Literasi, dan Pembelajaran Berbasis PengalamanPeringati World Pharmacists Day 2026, IAI Sumedang Tegaskan Komitmen Bersama Lawan Penyalahgunaan Obat
Salah satunya melalui program Tahsin Tahfiz Al-Qur’an (TTQ) yang kemudian diperkuat dengan kegiatan pengabdian masyarakat dan pengembangan karya siswa.
Kepala SMPIT Al Fitrah, Ridha Sofia, S.S., M.Pd., mengatakan sekolah berupaya membentuk siswa yang saleh, cerdas dan kreatif melalui pembelajaran maupun berbagai aktivitas di luar kelas.
Tak Hanya Mengejar Hafalan Al-Qur’an
TTQ menjadi salah satu program unggulan SMPIT Al Fitrah. Selama tiga tahun pendidikan, siswa ditargetkan memiliki hafalan tiga juz Al-Qur’an.
Namun, pembelajaran keislaman tidak berhenti pada kemampuan menghafal.
Siswa juga diarahkan menguasai Hafalan Hadits Arbain dan Tuhfatul Athfal sebagai bagian dari pembelajaran ilmu tajwid.
Pembiasaan ibadah serta program Bina Pribadi Islam (BPI) turut menjadi bagian dari pembinaan karakter siswa.
Pendekatan tersebut membuat pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga diharapkan tercermin dalam sikap dan aktivitas siswa sehari-hari.
Kelas IX Belajar Mengabdi kepada Masyarakat
Salah satu program yang menjadi ciri khas SMPIT Al Fitrah adalah pengabdian masyarakat bagi siswa kelas IX.
Baca Juga:BLT Dana Desa 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal dan Cara Daftar PenerimanyaCara Bikin Kartu Layanan Gratis untuk Naik Transjakarta hingga LRT, Ada 15 Golongan yang Bisa Pakai
Program yang telah berjalan sekitar satu tahun tersebut biasanya dilaksanakan pada Ramadan.
Siswa diberikan kesempatan untuk terjun langsung ke sekolah-sekolah di sekitar lingkungan Al Fitrah, termasuk SDIT Al Fitrah dan Rancalola.
Di lokasi pengabdian, siswa tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi turut membantu mengajarkan materi kepada anak-anak, seperti doa-doa harian dan Juz Amma.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar berkomunikasi, mengelola kelompok dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang mereka jalankan.
Bagi sekolah, pengalaman tersebut juga menjadi pembelajaran bahwa proses mengajar membutuhkan persiapan, kemampuan berkomunikasi dan tanggung jawab.
