SDIT Al Fitrah Bandung Bentuk Generasi Soleh, Cerdas, dan Kreatif Lewat Program Tahfiz dan Literasi

SDIT Al Fitrah Bandung Bentuk Generasi Soleh, Cerdas, dan Kreatif Lewat Program Tahfiz dan Literasi
SDIT Al Fitrah Bandung Bentuk Generasi Soleh, Cerdas, dan Kreatif Lewat Program Tahfiz dan Literasi (sumber: ypmalfitrah.sch.id)
0 Komentar

Untuk kelas 1 dan 2, fokus awal diberikan pada kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.

Setelah kemampuan membaca siswa mulai terbentuk, mereka kemudian diarahkan untuk meningkatkan hafalan.

Target yang ditetapkan sekolah adalah hafalan Al-Qur’an minimal dua juz.

Namun, Fidoh menegaskan bahwa kemampuan setiap anak berbeda.

Baca Juga:Peringati World Pharmacists Day 2026, IAI Sumedang Tegaskan Komitmen Bersama Lawan Penyalahgunaan ObatBLT Dana Desa 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal dan Cara Daftar Penerimanya

Karena itu, sekolah tidak memaksakan capaian yang sama kepada seluruh siswa.

“Karena semua anak itu unik, ada yang bisa mencapai dua juz, ada yang hanya satu juz. Ada juga yang alhamdulillah beberapa lulusan dari kami dengan porsi yang sama dengan anak-anak yang lain, tapi karena memang mereka punya kecerdasan yang luar biasa, mereka bisa sampai beberapa juz ketika lulus,” kata Fidoh.

Ia menyebut terdapat siswa yang mampu mencapai hafalan jauh di atas target tersebut.

Salah satunya menyelesaikan pendidikan SD dengan hafalan lebih dari 10 juz sebelum melanjutkan ke SMPIT Al Fitrah.

Fidoh juga menyebut terdapat siswa lain yang disebut telah mencapai sekitar 15 juz.

Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan dapat berkembang ketika mendapatkan pendampingan yang sesuai.

Guru Al-Qur’an Diberikan Pendampingan Khusus

Untuk mendukung program Al-Qur’an, sekolah menyiapkan guru yang secara khusus menangani pembelajaran tersebut.

Baca Juga:Cara Bikin Kartu Layanan Gratis untuk Naik Transjakarta hingga LRT, Ada 15 Golongan yang Bisa PakaiHari Ketujuh Pencarian 5 Jurnalis Hilang, Tim SAR Sisir 3 Pulau Dekat Anak Krakatau

Guru Al-Qur’an difokuskan pada bidangnya dan tidak dibebani dengan mata pelajaran lain.

“Untuk di SDIT Al Fitrah ini, khusus untuk guru TTQ, itu tidak mengajar yang lain. Jadi mereka memang khusus hanya untuk mengajar Al-Qur’an saja,” tutur Fidoh.

Pendampingan dilakukan dalam kelompok kecil dengan satu guru menangani sekitar 10 siswa.

Dengan pola tersebut, perkembangan setiap anak dapat lebih mudah diperhatikan.

Bagi sekolah, keberhasilan program Al-Qur’an bukan hanya dilihat dari jumlah juz yang berhasil dihafalkan.

Kemampuan membaca dengan baik, konsistensi belajar serta tumbuhnya kedekatan siswa dengan Al-Qur’an juga menjadi bagian dari tujuan program.

Literasi dan Numerasi Mendapat Perhatian

Di samping pendidikan keagamaan, kemampuan dasar akademik juga terus diperkuat.

0 Komentar