JABAR EKSPRES —Pengamat Ekonomi Energi sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia (SUSTAIN) Tata Mustasya menilai program Light Up the Dream (LUTD) dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas akses listrik sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan kepada masyarakat.
“Kalau terkait energi, terutama masyarakat yang belum mendapatkan koneksi listrik, menurut saya ini merupakan kewajiban negara untuk menyediakan akses tersebut,” kata Tata.
Menurut Tata, perluasan akses listrik dapat dirancang agar berjalan beriringan dengan pengembangan energi bersih. Hal tersebut terutama relevan untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik utama.
Baca Juga:Empat Hari Pencarian, Dua Nelayan Cipatujah yang Hilang Ditemukan MeninggalHome Charging Perkuat Kepercayaan Konsumen EV
Salah satu opsi yang dapat dikaji, kata dia, adalah sistem kelistrikan terdesentralisasi menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dilengkapi sistem penyimpanan baterai.
Pendekatan tersebut memungkinkan penyediaan akses energi sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber energi terbarukan sejak tahap awal elektrifikasi.
Menurut Tata, energi surya juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif masyarakat. UMKM, misalnya, dapat menggunakan listrik untuk menjalankan peralatan produksi sekaligus mengendalikan biaya operasional.
Ia mengusulkan adanya skema subsidi pemasangan PLTS untuk kelompok masyarakat tertentu. Namun, Tata menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan gagasan SUSTAIN dan belum menjadi program yang berjalan.
Dalam usulan itu, subsidi PLTS dapat diarahkan kepada masyarakat kelompok desil 5 dan 6 serta berpotensi diperluas hingga desil 7. Menurut Tata, pemanfaatan energi surya berpotensi membantu mengurangi pengeluaran energi rumah tangga dalam jangka panjang.
“Pemerintah sebenarnya sedang melakukan investasi. Tujuan lingkungannya tercapai melalui pengurangan emisi, keluarga dapat menghemat pengeluaran, penghematan bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain, UMKM bisa mengurangi biaya operasional,” ujarnya.
Khusus Jawa Barat, Tata melihat peluang pengembangan energi terbarukan cukup besar seiring meningkatnya kebutuhan listrik. Pertumbuhan industri, termasuk pusat data, akan membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.
Baca Juga:Home Charging Jadi Kunci Adopsi Kendaraan ListrikBukan Sekadar Salat Jumat, Polisi Datang Membawa Pesan Kedekatan ke Warga Mangunreja
“Potensinya besar dan kebutuhannya juga besar. Ini sebenarnya menjadi peluang bagi Jawa Barat untuk beralih ke energi terbarukan,” katanya.
Menurut Tata, kebutuhan tersebut membuka ruang bagi PLN UID Jawa Barat dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan pilihan pasokan energi yang semakin beragam, termasuk energi terbarukan.
