JABAR EKSPRES – Seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) beragama Kristen Protestan, Roma Fiorentina, S.Pd., resmi mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Banjar.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, penempatan ini menjadi contoh nyata praktik moderasi beragama di lingkungan pendidikan madrasah yang dikelola Kementerian Agama.
Roma Fiorentina merupakan ASN baru di lingkungan Kementerian Agama Kota Banjar.
Baca Juga:Rumah Dadan Hindayana di Sentul Ternyata Sudah Disewa Tiga Bulan, Security Sebut Kerap Digunakan untuk RapatRumah Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digeledah Kejagung, Petugas Bersenjata Laras Panjang Turun ke Sentul
Ia tidak ditugaskan untuk mengajarkan pelajaran agama Islam, melainkan mata pelajaran umum yang sesuai dengan kompetensi akademiknya sebagai guru Bahasa Indonesia.
Dalam kesehariannya mengajar, Roma menonjolkan profesionalitas, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap siswa.
“Ia beradaptasi dengan budaya madrasah, menghormati nilai-nilai yang berlaku di lingkungan sekolah, serta menjalin komunikasi yang baik dengan sesama guru dan peserta didik,” kata Firdaus, Minggu (7/6/2026).
Ahmad Fikri menegaskan bahwa penempatan ASN di lingkungan Kemenag ini dilakukan berdasarkan kompetensi, bukan latar belakang agama.
“Kemenag mengelola pendidikan untuk semua. Guru non-Muslim yang mengajar di madrasah adalah bentuk nyata toleransi dan profesionalitas ASN BerAKHLAK. Selama mengajar mata pelajaran umum dan menghormati tata nilai madrasah, itu sah dan justru memperkaya suasana belajar siswa,” tegas Ahmad Fikri.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan penempatan ASN yang adil dan berbasis kompetensi ini diharapkan dapat terus memperkuat mutu pendidikan madrasah sekaligus menjadi teladan bagi terciptanya kerukunan di masyarakat.
Fikri juga menyampaikan pesan langsung kepada Roma Fiorentina dan rekan-rekan PNS yang baru dilantik.
Baca Juga:Usai Kepastian Hukum, Farhan Ajak Semua Pihak Fokus Bangun BandungPemotor Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Gunung Putri Bogor
“Selamat kepada Ibu Roma Fiorentina dan rekan-rekan PNS yang baru dilantik. Di madrasah kita tidak hanya mengajar mata pelajaran, tapi juga membentuk karakter. Saya titip Bahasa Indonesia di tangan Ibu Roma. Ciptakan siswa MAN Banjar yang fasih berbicara, santun menulis, dan cinta literasi,” pesan Fikri.
Lebih lanjut, Ia menyebut kehadiran guru non-Muslim di madrasah justru memberikan pelajaran berharga bagi para siswa.
Menurutnya, para siswa belajar secara langsung bahwa perbedaan adalah rahmat. Hal yang paling utama adalah adab, kerja keras, dan saling menghargai.
