JABAR EKSPRES – Museum Pajajaran di Kota Bogor menyediakan tour guide atau edukator untuk mendampingi pengunjung selama jam operasional.
Diketahui, Museum Pajajaran telah dibuka untuk umum secara terbatas sejak Rabu (3/6/2026).
Masyarakat dapat berkunjung setiap Selasa hingga Kamis dengan melakukan registrasi langsung di lokasi tanpa dipungut biaya. Jam operasional dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 09.00-12.00 WIB dan 13.00-15.00 WIB.
Baca Juga:Polres Bogor Gelar Razia Besar, Lima Motor Diduga Curanmor Diserahkan ke SatreskrimTata PKL Demi Estetika, Pemkab Bogor Siapkan Relokasi Pedagang di Taman Siliwangi
Tour Guide Museum Pajajaran, Andri Ersada Tarigan, mengatakan saat ini museum memiliki tiga ruang pamer, yakni Ruang Pusaka yang menampilkan koleksi keris, kujang, dan senjata tradisional lainnya; Ruang Karya yang berisi satu set alat musik tradisional serta berbagai koleksi seperti naskah kuno hingga pecahan keramik; serta Ruang Cerita yang menyajikan informasi mengenai sejarah Kerajaan Pajajaran, kebudayaan Sunda, serta keterkaitannya dengan berbagai peninggalan sejarah yang dipamerkan di museum.
Saat ini, Museum Pajajaran memiliki 103 koleksi. Sebanyak 50 koleksi merupakan hibah dari masyarakat, sedangkan 53 koleksi lainnya berasal dari Pemerintah Kota Bogor dan Kementerian Kebudayaan.
Selain melihat koleksi di dalam museum, pengunjung juga dapat mengunjungi Situs Prasasti Batutulis yang berada dalam satu kawasan dengan Museum Pajajaran.
Andri mengatakan, penyediaan tour guide atau edukator bertujuan memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada pengunjung mengenai sejarah Kerajaan Pajajaran, kebudayaan Sunda, koleksi benda-benda bersejarah yang dipamerkan, serta keterkaitannya dengan Situs Prasasti Batutulis.
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat, termasuk warga Bogor, yang belum mengetahui bahwa kawasan Batutulis merupakan pusat Kerajaan Sunda pada masanya. Bahkan, tidak sedikit pengunjung yang keliru menganggap Prasasti Batutulis sebagai makam.
“Ada yang mengunjungi Prasasti Batutulis, tetapi menganggapnya sebagai kuburan atau nisan. Padahal bukan seperti itu. Jadi ini merupakan salah pemaknaan yang harus diluruskan,” kata Andri di Museum Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (30/7/2026).
Karena itu, Museum Pajajaran menghadirkan tour guide atau edukator yang tidak hanya menjelaskan koleksi museum, tetapi juga membantu pengunjung memahami sejarah keseluruhan, konteks, hingga makna di balik benda-benda bersejarah yang dipamerkan.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Hibahkan Lahan 30 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi, Investasi Pendidikan Rp250 MBadai Lumpuhkan Listrik Chicago, Micah Puji Semangat Anak-Anak DBL All-Star Tiga Jam Berlatih Dalam Gelap
Menurut Andri, keberadaan tour guide penting agar pengunjung tidak sekadar melihat benda-benda bersejarah yang dipamerkan, tetapi juga memahami cerita, konteks sejarah, serta makna yang terkandung di balik setiap koleksi.
