Semarak Dies Natalis ke-57 SMKN 3 Cimahi, Tunjukkan Transformasi Pendidikan Vokasi Modern

Penampilan Kreasi Tari Tradisional dalam Perayaan Dies Natalis SMKN 3 Cimahi ke-57 (Mong)
Penampilan Kreasi Tari Tradisional dalam Perayaan Dies Natalis SMKN 3 Cimahi ke-57 (Mong)
0 Komentar

Memasuki usia ke-57, SMKN 3 Cimahi menargetkan peningkatan prestasi akademik dan non-akademik demi menjaga eksistensi sekolah di tingkat kota, nasional, hingga internasional.

Ade mengatakan, sekolah terus berbenah, tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Guru-guru didorong untuk meningkatkan kompetensi, sementara sarana praktik siswa juga terus diperbarui agar selaras dengan perkembangan dunia industri.

“Ya semoga ke depannya SMK 3 lebih baik lagi, lebih maju lagi, dan kita berbenah tidak hanya dari segi fasilitas, tapi juga dari segi SDM,” ujar Ade.

Baca Juga:Pria di Tajurhalang Bogor Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Terlilit UtangSapi Simental 1 Ton Bantuan Presiden Prabowo Siap Dikurbankan di Bogor

Ia menambahkan, sekolah ingin memastikan para siswa siap menghadapi dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha setelah lulus.

“Jadi, targetan kami gimana caranya lulusan SMK 3 ya sukses. Di dunia luar itu jadi sukses,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Hubungan Industri dan Masyarakat SMKN 3 Cimahi, Latifah Pujiastuti menambahkan Di usia ke-57 tahun, SMKN 3 Cimahi menjadikan momentum Dies Natalis 2026 sebagai penanda transformasi sekolah dalam menghadapi tuntutan dunia industri dan perkembangan teknologi.

Latifah mengatakan perayaan tahun ini terasa istimewa karena turut menghadirkan sekitar 20 guru purnabakti yang pernah menjadi bagian perjalanan sekolah.

“Alhamdulillah hari ini mengundang berbagai semua guru purnabakti yang masih ada. Alhamdulillah tadi banyak, sekitar 20-an,” ujar Latifah.

Menurutnya, kehadiran para purnabakti menjadi bukti perubahan SMKN 3 Cimahi dari yang awalnya hanya memiliki tiga jurusan—Tata Boga, Perhotelan, dan Tata Busana—kini berkembang menjadi lima jurusan.

Transformasi tersebut dilakukan untuk mencetak lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri. Selain bidang kuliner, perhotelan, dan fashion design, sekolah kini juga memiliki jurusan Manajemen Perkantoran serta Desain Komunikasi Visual (DKV).

Baca Juga:Abu Semen PT Mortar Nasional Indonesia Diduga Kembali Bocor, Warga Kemang Bogor ResahPemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk Prioritas

“Setelah transformasi dan penambahan jurusan ini, kita berkeinginan menciptakan alumni-alumni yang siap pakai, lebih mumpuni di industri, dan memiliki kompetensi yang sangat baik di bidangnya,” kata dia.

Sekolah terus memperkuat kerja sama dengan dunia industri dengan menggandeng sekitar 125 mitra industri. Latifah menyebut kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari magang guru, praktik kerja lapangan (PKL), hingga rekrutmen lulusan.

0 Komentar