Pesona Cibuntu, Tambang Pasir yang Menjelma jadi Ladang Wisata dan Cuan di Kaki Gunung Ciremai

JERNIH : Sejumlah wisatawan beraktivitas di Kolam Renang di area Desa Wisata Cibuntu Kuningan. (Hendrik)
JERNIH : Sejumlah wisatawan beraktivitas di Kolam Renang di area Desa Wisata Cibuntu Kuningan. (Hendrik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Cibuntu merupakan satu dari Desa Wisata yang ada di Jawa Barat. Desa di kaki Gunung Ciremai itu mampu mengoptimalkan potensi alamnya untuk memikat wisatawan. Sehingga menjadi ladang cuan warga dan sumber pemasukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Dulu, orang tak mengira desa di ujung aspal Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan itu jadi rujukan wisatawan. Namun berkat kegigihan dan kekompakan warganya, kini desa dengan luas 14,06 kilometer persegi itu mampu menyandang status Desa Wisata Mandiri. Yakni status puncak dari 689 desa wisata di Jawa Barat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mulyana menceritakan, perjalanan membangun desa wisata itu dimulai pada 2010 lalu. Kala itu ada tiga warga Cibuntu yang biasa mengadu nasib di Jakarta punya mimpi besar. Yakni mengembangkan wisata di desanya. “Saya saat itu kerja di Biro Perjalanan. Saat itu bersama dua sahabat ingin desa kami jadi rujukan wisatawan,” katanya saat dijumpai Jabar Ekspres, Minggu (7/9).

Baca Juga:Konser “The Journey Continues by Aloka", Peterpan Berhasil Bawa Euforia Generasi ke GenerasiGubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah

Tiga putra daerah itu kemudian mencari solusi untuk mewujudkan mimpi tersebut. Salah satunya berdialog dengan pihak Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta.

Gayung bersambut, ternyata pihak kampus juga tengah ada proyek pembelajaran untuk pengembangan wisata. “Mereka (Trisakti.red) sebenarnya sempat komunikasi dengan Pemkab Kuningan. Tapi belum kenal dengan Desa Cibuntu,” cetusnya.

Komunikasi makin sering, hingga pihak Trisakti terpikat untuk menjadikan Cibuntu sebagai objek pengembangan desa wisata. Dari situlah, upaya pembangunan Desa Wisata Cibuntu dimulai.

Musyawarah jadi Kunci Menggerakkan Warga

Namun prosesnya tak semudah membalikkan telapak tangan. Langkah itu diawali dengan kontrak kerja sama antara pihak Trisakti, Pemkab Kuningan dan Pemerintah Desa Cibuntu.

Setelah itu, pihak Trisakti makin sering datang ke Desa Cibuntu. Ia mendampingi warga untuk mewujudkan desa wisata tersebut. Mulai dari pemetaan potensi-potensi desa, hingga pelatihan teknis. Seperti cara membuat paket wisata, membuat homestay, hingga soal melayani tamu. “Jadi warga itu diajari cara melayani tamu, hingga soal menyajikan makanan ke tamu,” terang Mulyana.

0 Komentar