Pencarian Nelayan Cipatujah Masih Nihil, Tim Gabungan Terkendala Ombak Besar

Pencarian Nelayan Cipatujah Masih Nihil, Tim Gabungan Terkendala Ombak Besar
Tim gabungan saat lekukan pencarian di perairan Cipatujah. Foto: Tagana
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harapan menemukan dua nelayan Cipatujah yang hilang masih terus diperjuangkan. Hingga Jumat (2/10/2026), pencarian terhadap Ending (58) dan Weli (48) belum membuahkan hasil.

Keduanya hilang setelah perahu Pahala Kencana yang mereka tumpangi bersama Budi Andriana (33) terbalik dihantam gelombang besar di perairan Pelabuhan Pamoekan, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (29/9/2026) malam.

Tim gabungan masih dikerahkan untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian. Pencarian melibatkan sekitar 30 personel dari unsur SAR Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran, Polairud, Tagana, BPBD, serta nelayan dan masyarakat setempat.

Baca Juga:Dua Nelayan Cipatujah Hilang, Perahu Terbalik Dihantam Ombak BesarESDM Kebut Ekplorasi Migas, Imbas Desakan Geopolitik?

Sedikitnya lima perahu nelayan digunakan untuk membantu proses penyisiran di laut.

Pada Jumat, pencarian dilakukan dalam dua sif. Tim bergerak sejak pagi hingga menjelang siang, kemudian kembali melakukan penyisiran pada sore hari.

Area pencarian difokuskan di sekitar lokasi saat perahu dihantam gelombang besar serta kawasan di sekitar ditemukannya perahu Pahala Kencana dalam kondisi terbalik.

Namun, kondisi laut pantai selatan masih menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pencarian hingga Jumat masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua nelayan tersebut.

“Pencarian sampai hari Jumat masih terus dilakukan. Besok juga direncanakan kembali dilanjutkan,” kata Jembar saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, besarnya gelombang di perairan Cipatujah membuat proses pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama bagi personel yang melakukan penyisiran menggunakan perahu.

Baca Juga:Tak Gunakan Beras Fortifikasi, Bulog Sebut MBG Manfaatkan Beras PremiumSumur Mengering, Warga Bojonggambir-Tasikmalaya Rela Antre Demi Air Bersih

“Untuk kendala di lapangan, ombak di pantai selatan cukup besar. Jadi pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati demi keselamatan personel,” ujarnya.

Meski pencarian telah memasuki hari keempat, tim gabungan masih terus berupaya menyisir sejumlah titik yang dianggap memungkinkan menjadi lokasi keberadaan kedua korban.

Jembar berharap upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil dan Ending serta Weli dapat ditemukan.

“Kami berharap pencarian ini membuahkan hasil. Kami juga meminta dukungan dan doa dari semua pihak agar kedua nelayan segera ditemukan,” katanya.

Sebelumnya, tiga nelayan berangkat melaut sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (29/9/2026), untuk memasang jaring layur. Dalam perjalanan pulang, perahu mereka dihantam gelombang besar hingga terbalik sekitar 100 meter dari bibir pantai.

0 Komentar