JABAR EKSPRES – Wajah ibu kota Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna mulai dibenahi secara serius. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah menata kawasan strategis yang meliputi Alun-Alun Singaparna, kawasan Blok E hingga Terminal Singaparna.
Penataan yang digenjot sepanjang September-Oktober 2026 tersebut tidak hanya menyasar tampilan kawasan, tetapi juga aktivitas perdagangan dan transportasi yang selama ini bercampur di ruang publik.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengatakan, sedikitnya 295 pedagang yang berjualan di lahan milik pemerintah akan ditata dan dipindahkan ke lokasi khusus yang telah disiapkan pemerintah.
Baca Juga:Kerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 OrangPasar Induk Padakembang Masuk Radar Investor, Proposal Tasikmalaya Raih Nilai Tertinggi WJIC 2026
Namun, relokasi tersebut ditujukan bagi pedagang yang telah terverifikasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Diskopukmindag) Kabupaten Tasikmalaya.
“295 pedagang yang berjualan di lahan pemerintah akan dipindahkan ke lokasi khusus, dengan syarat pedagang terverifikasi Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya,” kata Cecep dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 66 pedagang berada di kawasan Terminal Singaparna, 126 pedagang di kawasan Alun-Alun dan Taman Singaparna, 74 pedagang di kawasan Blok E, serta 29 pedagang malam.
Menurut Cecep, penataan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi ruang publik dan fasilitas pemerintah sesuai peruntukannya.
Ke depan, Pemkab Tasikmalaya menargetkan kawasan Alun-Alun dan Terminal Singaparna tidak lagi dipenuhi pedagang maupun parkir liar.
“Maka ke depan, alun-alun dan terminal tidak akan ada lagi pedagang liar dan parkir liar,” tegasnya.
Penataan kawasan juga dibarengi dengan penyiapan tempat usaha baru agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan.
Baca Juga:Penawaran SUN Tembus Rp42,87 Triliun, Pemerintah Serap Rp28,8 TriliunIndonesia Buka Tiga Peluang Investasi Hijau, Pasar Karbon Jadi Insentif
Pemkab menyiapkan area pujasera di kawasan Terminal Singaparna yang akan menjadi lokasi bagi pedagang yang sebelumnya memanfaatkan trotoar maupun ruang di sekitar alun-alun.
Dengan konsep tersebut, relokasi tidak semata-mata memindahkan pedagang, tetapi diarahkan untuk membentuk kawasan perdagangan yang lebih tertata tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Terminal Singaparna juga mulai dibenahi. Sejumlah bagian kawasan yang mengalami kerusakan akan diperbaiki, termasuk pengaspalan jalan di dalam terminal.
Kios-kios semi permanen juga akan ditata ulang. Aktivitas angkutan umum diharapkan kembali berjalan sesuai fungsi terminal sehingga pergerakan kendaraan dan aktivitas masyarakat tidak menumpuk di badan jalan.
