Pernyataan Abuya Ade Nurzaman Soal Dugaan Hina Bupati-Wabup Sumedang Tak Konsisten, Kini Sebut Itu Diedit AI

Pernyataan Abuya Ade Nurzaman Soal Dugaan Hina Bupati-Wabup Sumedang Tak Konsisten, Kini Sebut Itu Diedit AI
Abuya Ade Nurzaman (kaca mata hitam) didampingi Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang saat klarifikasi terkait unggahan poster yang memuat narasi dugaan penghinaan terhadap Bupati-Wabup Sumedang. (Abuya Ade Nurzaman for Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nama Abuya Ade Nurzaman yang sempat dikaitkan dengan beredarnya narasi bermuatan penghinaan terhadap Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila.

Ade Nurjaman pun telah memberikan klarifikasi secara terbuka, terkait beredarnya poster di media sosial yang menggunakan foto dirinya dan memuat narasi bermuatan penghinaan.

Dalam klarifikasi tersebut, Ade didampingi Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang mengaku, dirinya tidak pernah membuat maupun menerbitkan poster tersebut, termasuk narasi yang tercantum di dalamnya.

Baca Juga:Dikaitkan dengan Poster Diduga Hina Bupati-Wabup Sumedang, Abuya Cimanggung Buka Suara Soal Narasi Diduga Menghina Bupati dan Wabup Sumedang, Abuya Cimanggung Bersumpah Tak Buat Poster

Menurut Ade, poster tersebut diduga merupakan hasil penyuntingan menggunakan teknologi AI dan menggunakan foto dirinya tanpa izin.

“Saya tidak pernah membuat poster tersebut. Foto saya digunakan dan diedit tanpa izin. Saya memberikan klarifikasi ini supaya masyarakat tidak salah memahami dan tidak mudah terprovokasi,” katanya melalui pesan yang dikirim kepada Jabar Ekspres, Kamis (1/10/2026).

Sebelumnya, informasi yang diterima Jabar Ekspres, narasi bermuatan unsur penghinaan kepada kepala daerah itu ramai diperbincangkan, usai beredarnya gambar berisikan tulisan dan foto seorang pria berpakaian ustadz.

Pada gambar yang beredar, di bagian bawah setelah narasi bermuatan unsur penghinaan itu tertulis nama dengan klaim Abuya Cimanggung Ustadz Ade Nurjaman.

Rangkaian kalimat yang beredar tersebut, Bupati dan Wabup disebut kini telah memiliki gelar baru. Sederet gelar hinaan ditujukan kepada kepala daerah Sumedang serta wakilnya.

Tak hanya bermuatan penghinaan, kalimat-kalimat pada tulisan yang beredar juga mengandung kata-kata “laknat” atau kutukan kepada keduanya.

Pada narasi tersebut juga mengandung seruan untuk membuat suasana di Kabupaten Sumedang agar chaos seperti di Nepal.

Baca Juga:Pria yang Mengaku Abuya Cimanggung Dikaitkan dengan Narasi Diduga Hina Bupati-Wabup Sumedang, MUI Buka SuaraKDM Buka-bukaan soal Polemik Wabup Sumedang: Pastikan Pelecehan Seksual dan Penganiayaan Tak Pernah Ada

Kata “di-Nepalkan” tertulis jelas di dalam gambar dengan maksud Bupati dan Wabup Sumedang mesti dikejar oleh massa, diburu seperti para pemimpin di negara Nepal.

Klarifikasi terbaru Abuya Ade Nurzaman berbeda dengan keterangan kepada Jabar Ekspres sehari sebelumnya. Ketika dikonfirmasi pada Rabu (30/9/2026), Ade mengakui pernah menulis salah satu narasi di grup WhatsApp, tetapi menegaskan poster yang kemudian beredar bukan dibuat olehnya.

“Kalau Buya bikin itu pokoknya sabubukna, Wabup Sumedang sabubukna,” katanya saat dihubungi Jabar Ekspres melalui seluler pada Rabu (30/9/2026).

0 Komentar