Pesona Cibuntu, Tambang Pasir yang Menjelma jadi Ladang Wisata dan Cuan di Kaki Gunung Ciremai

JERNIH : Sejumlah wisatawan beraktivitas di Kolam Renang di area Desa Wisata Cibuntu Kuningan. (Hendrik)
JERNIH : Sejumlah wisatawan beraktivitas di Kolam Renang di area Desa Wisata Cibuntu Kuningan. (Hendrik)
0 Komentar

Kemudian di kawasan itu juga sudah ada wahana ATV. Bisa jadi alternatif permainan bagi anak-anak. lalu di area itu juga dibangun pendapa dan gazebo kayu yang cocok untuk kegiatan gathering keluarga atau perusahaan.

Bahkan ada fasilitas kolam renang yang airnya langsung dari mata air. Tambah tahun fasilitas di area itu juga makin lengkap. Saat ini tengah dibangun penginapan bergaya rustic. Kawasan itu juga telah dilengkapi area parkir, musala, hingga toilet.

Ekonomi Bergeliat, Setoran APBDes Tembus Rp 70 Juta

Pengembangan Desa Wisata tak hanya mempercantik desa, tapi mampu menggeliatkan roda perekonomian warga. Termasuk menjadi ladang baru pendapatan APBDes.

Baca Juga:Konser “The Journey Continues by Aloka", Peterpan Berhasil Bawa Euforia Generasi ke GenerasiGubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah

Keindahan alam dan fasilitas lengkap di Desa Cibuntu mampu jadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Ujungnya yang dapat berkah juga warga setempat.

Kepala Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cibuntu Adang Sukanda menuturkan, polanya wisatawan banyak berdatangan ketika akhir pekan. Namun di hari biasa atau weekday juga tidak sedikit yang berkunjung.

“Kalau bulanan, trend tertinggi adalah saat libur sekolah. Dan puncaknya adalah tetap saat event Sedekah Bumi,” cetusnya kepada Jabar Ekspres, Minggu (7/9).

Adang menuturkan, wisatawan itu datang tidak hanya dari wilayah Kuningan tapi juga luar daerah. Bahkan tidak sedikit wisatawan mancanegara. “Kami itu pernah di titik tertinggi di 70 ribu pengunjung setahun,” katanya.Adang melanjutkan, banyaknya wisatawan yang datang itu tentu berdampak positif pada perekonomian warga. Pertama adalah dari sisi usaha kuliner atau makanan.

Di lahan wisata itu kini telah banyak tumbuh warung-warung warga. Awalnya hanya 3 warung namun kini ada puluhan warga yang mengadu nasib berjualan di area wisata itu. Meski banyak, tapi tetap ditata rapi. Warung-warung itu tentu menjadi sumber penghasilan baru bagi warga yang dulunya hanya mengandalkan sawah dan ladang.

Di tempat bekas galian pasir yang kini menjelma sebagai area wisata itu juga banyak warga yang menyediakan jasa. Seperti jasa sewa tikar, tripod, hingga ATV. Itu juga sumber-sumber pendapatan bagi warga.

Yang tak kalah menarik adalah penyedia jasa homestay. Tidak sedikit wisatawan domestik ataupun turis ingin menginap di Desa Cibuntu. Karena itulah banyak warga yang kemudian menyulap rumahnya menjadi homestay. Dari satu homestay kini telah berkembang. “Ada 60 homestay dengan total sekitar 105 kamar di Cibuntu,” kata Adang.

0 Komentar