Aksi Solidaritas untuk Global Sumud Flotilla di Kota Bandung

Aksi Solidaritas untuk Global Sumud Flotilla di Kota Bandung
Massa aksi yang tergabung dalam Bandung Students Justice for Palestine dan sejumlah warga membawa boneka jasad balita saat mengikuti aksi di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (2/10). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Bandung Students for Justice in Palestine (SJP) bersama sejumlah warga berorasi dan membawa poster di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (2/10) sore.

Aksi ini digelar untuk merespons penangkapan sejumlah aktivis Global Sumud Flotilla oleh militer Israel.

Perwakilan massa aksi, Ridwan, mengatakan flotilla internasional itu awalnya terdiri dari lebih 50 kapal.

Baca Juga:Lebih dari 150 Negara Akui Palestina, Rusia Sebut Sinyal Penting bagi IsraelMurkanya Israel Gegara 4 Negara Barat Termasuk Inggris Resmi Mengakui Negara Palestina

“Sekarang tinggal 39 kapal yang bertahan, sekitar 14 atau 15 sudah ditangkap, sudah di-intercept. Dan itu aktivisnya diculik dan belum ada kabar sampai sekarang,” ujar Ridwan kepada Jabar Ekspres di lokasi.

Dia menjelaskan Indonesia semula menyiapkan lima kapal untuk bergabung, namun batal berlayar.

“Banyak kapalnya yang rusak, kapal-kapal lain sebenarnya disabotase. Kadang ada yang tiba-tiba berlubang, tiba-tiba rusak, tiba-tiba dieselnya habis,” kata dia.

Menurutnya, kursi untuk relawan Indonesia kemudian dialihkan kepada aktivis dari negara lain. Adapun terdapat sejumlah alasan lain Indonesia tidak berlayar adalah pertimbangan diplomatik.

“Kalau aktivis Indonesia ketangkap itu kan lebih susah diplomasinya, karena kita juga bahkan nggak recognize Israel. Tapi kalau dari negara yang aliansinya Israel, itu lebih mudah,” ucapnya.

Ridwan menilai jalan negosiasi tidak menjamin penghentian kekerasan di Palestina. Dia menyinggung pengalaman perjanjian sebelumnya yang tetap berujung pada kekerasan.

“Two-state solution sebelumnya kayak perjanjian Oslo, itu juga akhirnya Israel ngegerus Palestina. Ujung-ujungnya genosida lagi,” imbuhnya.

Baca Juga:KNPI: Resolusi PBB untuk Palestina Adalah Evolusi Spirit Konferensi Asia Afrika 1955Mahmoud Abbas Kunjungi Inggris, Bahas Dukungan Gencatan Senjata dan Pengakuan Negara Palestina

Sementara itu, Nurani (20), salah satu peserta aksi lainnya, menyebut tujuan utama aksi adalah menunjukkan solidaritas. Tujuan utama dari aksi hari ini adalah untuk menunjukkan solidaritas rakyat Indonesia.

“Khususnya warga Bandung, terhadap perjuangan rakyat Palestina yang sedang mengalami penjajahan dan blokade berkepanjangan, terutama di Gaza,” ujarnya.

Dia mengatakan dukungan terhadap Global Sumud Flotilla penting karena misi tersebut membawa bantuan medis, makanan, dan kebutuhan pokok, sekaligus pesan moral.

“Global Sumud Flotilla adalah gerakan kapal kemanusiaan internasional yang mencoba menembus blokade ilegal Israel terhadap Gaza. Kami percaya dukungan terhadap flotilla ini penting karena ini adalah bentuk nyata perlawanan damai terhadap ketidakadilan,” kata Nurani.

0 Komentar