JABAR EKSPRES – Belakangan ini, banyak orang mencari informasi mengenai Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi setelah beredar berbagai unggahan di media sosial yang menyebut ada weton tertentu yang sebaiknya tidak berziarah ke kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang.
Bahkan, beberapa konten juga mengaitkan weton Pahing, Wage, hingga Pon dengan berbagai pantangan yang dipercaya dapat membawa kesialan jika tetap mengunjungi tempat tersebut.
Kalau kamu juga penasaran apakah anggapan Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi benar adanya, penting untuk memahami asal-usul kepercayaan tersebut sebelum mempercayainya.
Baca Juga:Timpa Teks Itu Apa? Kenali Pengertian, Cara Kerja, hingga Risiko Hukumnya di Era Media SosialVidey Viral Itu Apa? Kenali Cara Kerjanya
Sebab, hingga saat ini belum ada aturan resmi maupun dasar yang diakui secara luas yang melarang seseorang berkunjung ke Gunung Kawi hanya karena weton kelahirannya.
Lalu, dari mana sebenarnya mitos tersebut berasal? Berikut penjelasan lengkapnya.
Benarkah Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi?
Jawaban singkatnya, tidak ada larangan resmi.
Berdasarkan berbagai informasi mengenai tradisi ziarah di Gunung Kawi, tidak ditemukan aturan dari pengelola kawasan maupun pemerintah yang melarang seseorang datang berdasarkan weton.
Artinya, siapa pun dapat mengunjungi kawasan Pesarean Gunung Kawi tanpa melihat apakah dirinya lahir pada Pahing, Pon, Wage, Kliwon, atau Legi.
Selain itu, ajaran agama Islam maupun agama lain juga tidak mengenal ketentuan yang melarang seseorang berziarah berdasarkan weton kelahiran.
Karena itu, anggapan bahwa Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi lebih banyak berkembang sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat dan bukan aturan resmi.
Mengapa Mitos Ini Bisa Muncul?
Walaupun tidak memiliki dasar resmi, mitos tersebut tetap dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Ada beberapa alasan mengapa kepercayaan tersebut berkembang hingga sekarang.
1. Berasal dari Penafsiran Primbon Jawa
Dalam tradisi Jawa, weton memang memiliki peran penting.
Baca Juga:Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Viral, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Ikut MeramaikanBRI RO Bandung Hadirkan KPR Suku Bunga Berjenjang Mulai 4% Sebagai Solusi Kepemilikan Hunian
Banyak orang menggunakan weton untuk menentukan hari baik, menghitung kecocokan pasangan, memilih waktu pernikahan, hingga memulai usaha.
Sebagian pelaku tradisi kejawen juga meyakini bahwa setiap weton memiliki karakter dan nilai neptu tertentu.
Dari sinilah muncul berbagai penafsiran mengenai kecocokan seseorang saat mengunjungi tempat yang dianggap memiliki nilai spiritual.
