KNPI: Resolusi PBB untuk Palestina Adalah Evolusi Spirit Konferensi Asia Afrika 1955

Suara 142 negara yang mendukung Resolusi Kemerdekaan Palestina di Majelis Umum PBB
ILUSTRASI: Voting suara daei 142 negara yang mendukung Resolusi Kemerdekaan Palestina di Majelis Umum PBB.(istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Umum DPP KNPI Tantan Taufik Lubis mengatakan bahwa Suara 142 negara yang mendukung Resolusi Kemerdekaan Palestina di Majelis Umum PBB bukanlah sekadar angka statistic ataupun kemenangan simbolik.

Ia adalah bukti nyata sebuah fenomena geopolitik yang sering kali luput dari perhatian, solidaritas Asia-Afrika yang dilahirkan di Konferensi Bandung 1955 tidak hanya bertahan, tetapi telah berevolusi, matang, dan berekspansi menjadi sebuah koalisi global yang semakin besar dan tangguh.

Apa yang dimulai sebagai persaudaraan antar bangsa yang baru merdeka di dua benua, kini telah bertransformasi menjadi kekuatan moral yang bersuara lantang melawan ketidakadilan di semua kontinental, dengan isu Palestina sebagai ujian utamanya.

Baca Juga:FORBAS Majakuning Minta KPK Tinjau Kembali Dugaan Kasus Korupsi di DJKA KemenhubGerakan Insan Nusantara Angkat Bicara Soal Kasus Silfester Mandek di Eksekusi Kejati DKI

Resolusi Majelis Umum Persatuan Bangsa Bangsa menyerukan kemerdekaan penuh bagi Palestina dan keanggotaan nya di PBB bukanlah sebuah peristiwa yang berdiri sendiri. Ia adalah puncak gunung es dari sebuah perjuangan diplomasi yang panjang, dan lebih dari itu, ia adalah manifestasi modern dari semangat yang dilahirkan hampir tujuh dekade lalu di Kota Bandung, Indonesia yaitu Dasasila Bandung.

Resolusi ini adalah sebuah “kemenangan diplomatik“ bersejarah bagi Palestina dan solidaritas Global South, sebuah cerminan implementasi prinsip-prinsip Dasasila Bandung yang nyata, sekaligus sebuah pengingat yang keras tentang tantangan yang masih menghadang dalam arsitektur multilateral global.

Dasasila Bandung adalah fondasi, Komitmen pada Prinsip-prinsip universalitas seperti penghormatan pada kemanusiaan, kedaulatan, hak menentukan nasib sendiri, dan perlawanan terhadap kolonialisme menjadi DNA gerakan solidaritas Asia Afrika ini.

Pada masa lalu, DNA ini dimanifestasikan dalam dukungan untuk kemerdekaan Namibia, melawan apartheid di Afrika Selatan, dan perlawanan terhadap imperialisme dan Kolonialisme.

Hari ini, gen yang sama berevolusi. Solidaritas tidak lagi hanya terkunci dalam geografi Asia dan Afrika. Ia telah menyebar, menemukan resonansi yang dalam di hati bangsa-bangsa di Amerika Latin dan Karibia, wilayah yang memiliki sejarah panjang melawan dominasi asing.

Negara-negara seperti Brasil, Argentina, Kolombia, dan Chili telah menjadi pendukung vokal Palestina. Mereka melihat dalam perjuangan rakyat Palestina cerminan dari perjuangan nenek moyang mereka sendiri. Tegas Tantan Yang Merupakan Founder dari Asian African Youth Government

0 Komentar