JABAR EKSPRES – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tiba di Inggris pada Minggu (7/9) dalam rangka kunjungan kenegaraan untuk membicarakan isu-isu terkait Palestina, menurut laporan media setempat.
Kantor berita WAFA menyebutkan bahwa Abbas dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, untuk membahas langkah-langkah mendukung tercapainya gencatan senjata permanen di Jalur Gaza serta menghentikan agresi Israel di wilayah tersebut.
Selain itu, pertemuan keduanya juga akan menyoroti peluang Palestina memperoleh tanggung jawab penuh sebagai sebuah negara, rencana pemulihan dan rekonstruksi, serta penghentian tindakan sepihak seperti pembangunan permukiman ilegal, kekerasan dari pihak penjajah, hingga aneksasi.
Baca Juga:4 Rekomendasi Hp Vivo Harga 2 Jutaan Terbaik Tahun 2025Simulasi Cicilan KUR BRI 2025 Terbaru: Pilihan Plafon, Tenor, dan Bunga
Abbas dan Starmer diperkirakan turut membicarakan penguatan hubungan bilateral di berbagai sektor serta persiapan konferensi internasional mengenai solusi dua negara. Inggris bahkan disebut tengah mempertimbangkan pengakuan resmi terhadap Palestina sebagai sebuah negara.
Sejumlah negara Barat, termasuk Inggris, Prancis, Belgia, Kanada, dan Australia, berencana mengumumkan pengakuan terhadap Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB yang berlangsung pada 8–23 September mendatang. Langkah ini akan menambah daftar 147 negara yang sebelumnya telah mengakui kedaulatan Palestina.
Sementara itu, agresi militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 64.000 warga Palestina dan menyebabkan kehancuran besar, termasuk ancaman kelaparan.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel kini juga tengah menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait operasi militernya di Gaza.*
SUMBER: ANTARA
