Lebih dari 150 Negara Akui Palestina, Rusia Sebut Sinyal Penting bagi Israel

Lebih dari 150 Negara Akui Palestina, Rusia Sebut Sinyal Penting bagi Israel
SUMBER FOTO: Freepik/mdjaff
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menilai bahwa pengakuan sejumlah negara terhadap kedaulatan Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 merupakan sinyal yang sangat penting bagi Israel.

Menurutnya, selama ini PBB gagal menghentikan konflik berdarah di Gaza maupun mendorong Israel kembali pada jalur penyelesaian dengan solusi dua negara.

Nebenzia menekankan, dalam dua hari terakhir, langkah simbolis namun signifikan telah dilakukan sejumlah negara yang memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina.

Baca Juga:Kang Djamu: Kang DS Harap ASN Pemkab Bandung Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat8 Minuman untuk Cegah Flu, Bikin Tubuh Tetap Sehat Saat Musim Berganti

Ia menyebut meskipun pengakuan tersebut datang terlambat, pesan yang disampaikan jelas: keadilan bagi rakyat Palestina harus segera ditegakkan, termasuk oleh para pemimpin politik dan militer Israel.

“Terlambat memang, tetapi itu adalah sinyal yang sangat penting bagi pemimpin militer dan politik Israel bahwa keadilan bagi rakyat Palestina harus dipulihkan,” ujarnya.

Pada konferensi internasional yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Senin (22/9), beberapa negara Eropa seperti Andorra, Belgia, Luksemburg, Malta, San Marino, dan Prancis secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Mereka bergabung dengan Australia, Inggris, Kanada, dan Portugal yang sudah lebih dulu mengambil langkah serupa pada 21 September.

Dengan tambahan pengakuan tersebut, kini lebih dari 150 negara di dunia, termasuk Rusia, telah mendukung kedaulatan Palestina. Meski begitu, Palestina masih menghadapi hambatan besar di PBB, karena pada tahun 2024 Amerika Serikat menggunakan hak vetonya untuk menolak keanggotaan penuh Palestina di organisasi internasional tersebut.*

SUMBER: ANTARA

0 Komentar