JABAR EKSPRES – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di Kabupaten Bandung Barat diharapkan tidak lagi dipandang sebagai agenda seremonial tahunan.
PGRI Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong MPLS menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi murid baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Ketua PGRI KBB, Rustiyana mengatakan, konsep MPLS Ramah 2026 harus menjadi titik awal pembentukan karakter peserta didik sekaligus membangun budaya sekolah yang positif sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan pendidikan.
Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi
“MPLS Ramah bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi fondasi awal pembentukan karakter peserta didik. Sejak hari pertama, anak-anak harus merasakan bahwa sekolah adalah tempat yang aman, nyaman, dan mendukung mereka untuk berkembang,” katanya, Rabu (8/7/2026).
Menurut Rustiyana, kesan yang diperoleh peserta didik pada hari-hari pertama di sekolah akan berpengaruh terhadap motivasi belajar dan kemampuan mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan MPLS harus dikemas secara edukatif, menyenangkan, serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS Ramah mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan penyampaian materi secara gembira, penguatan budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan nyaman, serta pengenalan karakter setiap murid baru.
Selain menjadi sarana memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga harus dimanfaatkan guru untuk mengenali minat, bakat, dan potensi peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran selanjutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.
“Kami ingin setiap murid baru memulai perjalanan pendidikannya dengan pengalaman yang positif. Seluruh kegiatan MPLS harus memberi ruang bagi mereka untuk mengenal sekolah, guru, teman-teman baru, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat meraih cita-cita,” ujarnya.
Rustiyana menambahkan, keberhasilan MPLS tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari tumbuhnya motivasi belajar, karakter yang baik, serta rasa nyaman peserta didik dalam mengikuti proses pendidikan.
Baca Juga:DPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di DaerahPermintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas Unggulan
Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan MPLS yang ramah, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi masa depan.
