JABAR EKSPRES- Bendungan Kakhovka meledak dikarenakan ranjau, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, tuntut Rusia harus bertanggung jawab.
Seorang juru bicara militer Ukraina menyatakan bahwa tujuan Rusia dalam meledakkan pembangkit listrik tersebut adalah untuk menghentikan pasukan Ukraina dari menyeberangi sungai Dnipro dan menyerang pasukan pendudukan Rusia.
Namun, pejabat Rusia memberikan laporan yang berbeda, dengan beberapa menyalahkan tentara Ukraina yang menembaki lokasi tersebut, sementara yang lain mengatakan bahwa bendungan di Dnipro pecah dengan sendirinya.
Baca Juga:Link Nonton Anime KonoSuba An Explosion on This Wonderful World Episode 10Jadwal Tayang Anime KonoSuba: An Explosion on This Wonderful World! episode 10.
Zelenskyy menyatakan, “Pada pukul 02.50 waktu setempat malam ini, teroris Rusia meledakkan struktur HPP Kakhovskaya (pembangkit listrik tenaga air).” Dia mengungkapkan hal ini setelah mengadakan pertemuan darurat dengan pejabat senior.
Zelenskyy juga mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, telah disepakati serangkaian langkah internasional dan keamanan untuk menuntut pertanggungjawaban Rusia atas serangan teroris ini.
Dalam pidato video selanjutnya yang ditayangkan pada pertemuan puncak negara-negara Eropa dalam kelompok Bucharest Nine, Zelenskyy menyatakan bahwa Rusia telah menguasai bendungan dan pembangkit listrik tenaga air tersebut selama lebih dari setahun.
“Secara fisik, tidak mungkin untuk meledakkannya dari luar dengan tembakan. Pasti ada ranjau yang dipasang. Itu diranjau oleh penjajah Rusia dan diledakkan oleh mereka,” tambahnya.
Zelenskyy, yang berkeinginan agar negaranya bergabung dengan Organisasi Politik Pertahanan Atlantik Utara (NATO), mendesak anggota NATO dalam pertemuan bulan depan untuk menunjukkan bahwa “tidak akan ada kelemahan di Eropa” dan menunjukkan kepada Rusia bahwa terorisme bukanlah alat untuk mempengaruhi keputusan NATO.
Kementerian Luar Negeri Ukraina meminta adanya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan penerapan sanksi baru terhadap Rusia, terutama dalam sektor misil dan nuklir.
Komandan pasukan gabungan Angkatan Bersenjata Ukraina, Serhiy Naev, menyatakan bahwa penghancuran bendungan tersebut tidak menghalangi pergerakan Ukraina meskipun terjadi tumpahan air.
Baca Juga:Link Nonton Anime Kamikatsu Working for God in a Godless World Episode 9Link Nonton Anime Oshi No Ko Episode 8 Sub Indonesia Full
PLTA Kakhovka juga mencakup sebuah bendungan setinggi 30 meter dan panjang 3,2 kilometer yang dibangun pada masa Uni Soviet tahun 1956 di Sungai Dnieper. Bendungan ini juga memiliki waduk seluas 18 kilometer kubik.
