Nama PT Infinity Muncul di Sidang, KPK Diminta Perluas Pendalaman Perkara

Sidang
Sidang kasus suap pejabat Bea Cukai.(istimewa)
0 Komentar

Menurut Gautama, perbedaan perlakuan tersebut menghadirkan pertanyaan yang harus dijawab melalui penyidikan yang lebih luas. Terlebih ketika dua pihak yang sama-sama disebut melakukan pemberian justru memperoleh hasil berbeda.

“Jika Infinity yang memberi setoran rutin mendapatkan jalur merah rendah dan proses lancar, sementara Blue Ray yang juga memberi justru tetap merah tinggi, maka timbul pertanyaan: apakah ada perbedaan level ‘fasilitas’ antara satu pemberi dengan pemberi lain? Atau ada faktor lain yang memengaruhi? Ini harus diuji lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, saksi Sri Pangestuti alias Tuti memberikan keterangan yang memperluas gambaran mengenai pola hubungan antara pelaku usaha dan pejabat Bea Cukai. Salah satu poin penting berkaitan dengan mekanisme pemberian yang dilakukan oleh Blue Ray.

Baca Juga:Sidang Bea Cukai Ungkap Dugaan Aliran Dana dari Sejumlah ImportirKejelasan Status Data Dinilai Penting dalam Tata Kelola Ekspor Nasional

Menurut Tuti, seluruh pemberian dari Blue Ray dilakukan berdasarkan arahan Orlando. Nama penerima dan nominal yang harus diberikan juga berasal dari Orlando.

Gautama menilai keterangan tersebut memperkuat posisi Orlando sebagai aktor sentral yang menghubungkan pihak pemberi dengan penerima di internal DJBC. Peran tersebut menjadi salah satu simpul penting yang perlu terus didalami.

Dalam persidangan, Tuti juga mengungkap adanya ancaman terhadap pelaku usaha yang tidak mengikuti arahan tertentu. Ancaman tersebut berkaitan dengan peningkatan jalur merah terhadap kegiatan impor melalui jalur udara.

Ia menjelaskan ancaman serupa pernah terjadi ketika Orlando bertugas di Bali. Bahkan, jalur udara yang digunakannya sendiri disebut selalu mencapai sekitar 90 persen jalur merah.

Menurut Gautama, fakta tersebut menunjukkan adanya dugaan penggunaan kewenangan sebagai alat tekanan terhadap pelaku usaha. Kondisi tersebut perlu diuji lebih lanjut dalam perspektif hukum pidana.

“Fakta ini memperlihatkan adanya coercive control – penggunaan kekuasaan jabatan untuk memaksa pelaku usaha tunduk. Dalam hukum pidana, ini bisa memperkuat unsur pemerasan atau penyalahgunaan wewenang,” katanya.

Keterangan lain yang muncul adalah keluhan John Field terkait tingginya tingkat jalur merah yang tetap dialami Blue Ray. Keluhan itu disampaikan meskipun menurut Tuti sudah terdapat pemberian uang kepada pihak tertentu.

0 Komentar