JABAR EKSPRES – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Jawa Barat ditutup, Selasa (21/7). Salah satu puncaknya ditutup dengan aksi ekologi, yaitu aksi peduli lingkungan yang diimplementasikan salah satunya dengan bebersih lingkungan.
Seperti yang dilakukan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, jadi kegiatan terpusat sejumlah sekolah SMA -SMK di Kota Bandung.
Mulai pagi, siswa dari berbagai sekolah berkumpul di TMP itu, mereka kemudian membersihkan makan di area TMP. Termasuk sungai yang masih dalam kawasan itu.
Baca Juga:MPLS Momen Edukasi, Legislator Tedy Rusmawan Dukung Pencabutan Subsidi Bagi Siswa MerokokMPLS Ramah di SMKN 3 Cimahi Perkuat Karakter Siswa Lewat Panca Waluya
Selain pelajar, aksi itu juga melibatkan sejumlah komunitas. Mulai dari River Clean Up Indonesia, Komunitas Sapulidi, dan termasuk aparat dari TNI dan Polri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menuturkan, Aksi Ekologi itu juga punya semangat tersendiri. Khususnya pembentukan karakter siswa.
Aksi itu bukan sekadar penutup MPLS, melainkan awal pembentukan karakter yang harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini pemantik. Yang paling penting adalah gerakan nyata para siswa setelah kembali ke rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat,” tuturnya.
Herman melanjutkan, pembentukan karakter dimulai dengan pembiasan sehari-hari. Itu akan membentuk karakter siswa di masa yang akan datang.
Misalnya kebiasaan sederhana seperti menyapu rumah, mencuci dan menyetrika pakaian sendiri, membantu orang tua berdagang, bertani maupun menjaga kebersihan lingkungan merupakan latihan untuk membangun kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
“Jadi mulailah dari hal-hal kecil tetapi dilakukan secara konsisten. Itu akan membentuk karakter dan mengantarkan siswa menjadi pemimpin di masa depan,” ucapnya.
Baca Juga:Dampak Kemarau di Tasikmalaya Meluas, 26 Kecamatan dan Lebih dari 2.100 Hektare Sawah Alami KekeringanLongsor Terjang Kampung Naga Tasikmalaya, 2,5 Hektare Sawah Tertimbun
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menambahkan, aksi ekologi itu tidak hanya di TMP tetapi digelar di setidaknya 882 titik sekolah negeri. Lalu ada pemusatan kegiatan di 27 kabupaten/kota.
Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 343.374 peserta didik baru kelas X SMA, SMK, dan SLB dari sekolah negeri maupun swasta. Dari jumlah tersebut, 327.604 peserta didik berasal dari sekolah negeri.
“Ini bagian dari praktik pedagogik dalam implementasi pendidikan karakter Pancawaluya,” katanya. (son)
