JABAR EKSPRES – Satu unit kendaraan roda empat di terowongan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang tengah melaju menuju Bandung terbakar pada Selasa (27/1/2026) siang.
Peristiwa tersebut sempat menghebohkan pengguna jalan dan memicu kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang, Syarif Effendi Badar membenarkan terkait adanya peristiwa satu unit mobil terbakar.
Baca Juga:Awal 2026, BULOG Kancab Bandung Gencarkan Penyerapan GKP di Sentra Produksi Padi SumedangBrother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah Inspiratif
“Laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 112 pada pukul 12.40 WIB,” katanya melalui seluler.
Syarif menerangkan, regu piket Pos Damkar Wilayah Tanjungsari langsung bergerak cepat menuju lokasi, setelah menerima informasi adanya kendaraan terbakar di dalam terowongan Tol Cisumdawu.
“Proses pemadaman dimulai pada pukul 12.50 WIB dan dinyatakan selesai serta aman pada 14.45 WIB,” terangnya.
Dijelaskan Syarif, proses pemadaman dilakukan oleh Regu 1 di bawah pimpinan Yudha, melibatkan personel Pos Damkar Wilayah Tanjungsari bersama Pos Pusat Damkar Sumedang.
Adapun lokasi kejadian, tepatnya berada di Dusun Gamblung RT02 RW06, Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
“Api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke kendaraan lain maupun fasilitas terowongan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil awal di lapangan, Syarif menyampaikan, kebakaran satu unit mobil tersebut diduga kuat akibat korsleting listrik pada kendaraan. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Baca Juga:Belanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo RomantisIni 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!
“Petugas mengimbau para pengendara untuk rutin melakukan pengecekan kondisi kendaraan, terutama sistem kelistrikan,” imbuh Syarif.
“Tujuannya, guna mencegah kejadian serupa terulang di jalan raya, khususnya di jalur tol yang memiliki tingkat risiko tinggi apabila terjadi kebakaran kendaraan,” pungkasnya. (Bas)
