Galeri UMKM Sukma Kenanga Rp2,2 Miliar Dikritik, Lokasi Terisolir!

Galeri UMKM Sukma Kenanga Rp2,2 Miliar Dikritik, Lokasi Terisolir!
Lokasi Galeri Sukma Kenanga di area perkantoran Purwaharja yang dibangun pada Tahun 2024 dan diresmikan akhir tahun 2025 ini dinilai kurang strategis. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keberadaan Galeri UMKM Sukma Kenanga yang berada di dalam area perkantoran pemerintah di Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, menuai kritik dari anggota dewan. Anggota DPRD Kota Banjar, Jojo Juarno, menyoroti masalah tata letak dan aksesibilitas bangunan yang dinilainya kurang mendukung fungsi galeri sebagai sarana pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Jojo Juarno dengan tegas menyatakan kekhawatirannya bahwa galeri yang dibangun pada tahun 2024 dengan anggaran bantuan provinsi (Banprov) Rp2,2 miliar tersebut berpotensi hanya menjadi pajangan atau sekadar proyek seremonial belaka. Ia mempertanyakan kelangsungan dan efektivitas galeri jika lokasinya sulit dijangkau oleh masyarakat umum.

“Buat apa cuma acara seremonial saja, tapi kelangsungannya tidak dipertimbangkan. Apakah galeri itu cuma untuk pajangan saja? Coba lihat tata letak dan posisi bangunannya di dalam pagar komplek. Kalau menurut saya, harusnya menghadap jalan raya dan ada lahan parkir. Padahal, lokasi itu sudah tepat posisinya di Jalan Nasional,” tegas Jojo Juarno, Minggu (28/12/2025).

Baca Juga:Tingkatkan Roda Perekonomian, 50 Perusahaan Berminat Investasi Sebesar Rp240 Triliun Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata 

Bangunan galeri yang memajang beragam produk dari 30 pelaku UMKM Kota Banjar ini memang terletak di sudut atau pinggiran komplek perkantoran. Posisinya yang tidak langsung menghadap ke jalan raya menyulitkan visibilitas. Masyarakat awam atau wisatawan yang melintas di jalan utama akan kesulitan menemukan galeri ini karena untuk mengunjunginya, publik harus masuk terlebih dahulu ke dalam area perkantoran. Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan karakter lokasi berbelanja yang seharusnya mudah dilihat dan diakses.

“Terkadang kita heran, kenapa pembangunan seperti ini tidak melihat keberlangsungan ke depannya. Bagaimana mau dikenal, atau dikunjungi pembeli, lokasinya saja tidak familiar untuk lokasi belanja,” ujar Jojo.

Pembangunan Galeri UMKM Sukma Kenanga pada dasarnya merupakan langkah positif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Namun, efektivitas program ini sangat bergantung pada perencanaan yang matang, termasuk pemilihan lokasi yang tepat.

“Kami harap ini dapat menjadi momen perbaikan, agar fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran publik tidak sia-sia dan benar-benar dapat mensejahterakan pelaku UMKM di Kota Banjar,” tegas Jojo.

0 Komentar