Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata 

Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata 
Ilustrasi wirausaha di tempat wisata untuk dongkrak pertumbuhan ekonomi. (Foto: UMKMINDONESIA.ID)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kawasan Transmigrasi Tanjung Banun di Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata dan kewirausahaan masyarakat.

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menilai wilayah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang dikelola langsung oleh warga transmigran lokal.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara meninjau langsung kawasan tersebut bersama pakar kewirausahaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Rika Fatimah.

Baca Juga:Gencarkan Program Mudik Gratis Selama Nataru, Menhub: Perjalanan agar Lebih AmanKetimpangan Sosial di Jabar Masih Tinggi, Ini Jurus Pemda Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem

Kunjungan ini bertujuan memetakan peluang usaha yang dapat tumbuh dari potensi lahan dan lingkungan Tanjung Banun.

“Jadi Ibu Rika Fatimah ini doktor lulusan Malaysia, tapi beliau sudah melanglang buana ke beberapa negara, terakhir ke Jepang untuk melakukan program kewirausahaan. Saya minta ke sini, meminta tolong tinjau Tanjung Banun punya potensi besar atau tidak untuk wirausahanya,” kata Iftitah dikutip dari ANTARA, Senin (22/12).

Menurut Iftitah, hasil pengamatan menunjukkan bahwa Tanjung Banun sangat memungkinkan dikembangkan menjadi sentra kuliner sekaligus kawasan wisata berbasis homestay.

Setiap keluarga transmigran lokal diketahui memiliki lahan seluas sekitar 500 meter persegi dengan bangunan rumah 45 meter persegi, sehingga masih tersedia ruang yang cukup luas untuk kegiatan produktif.

“Jadi 500 meter itu besar sekali. Banyak yang pengin punya rumah dengan lahan seluas itu. Bapak ibu (transmigran lokal) diberikan 45 meter bangunan, jadi ada sisa lahan bisa diberdayakan untuk model hotel,” ujarnya.

Ia juga menyebut, wirausaha homestay memiliki potensi besar di Tanjung Banun. Pasalnya, ada tiga kali warga Singapura menanyakan apakah mereka bisa memiliki bangunan di kawasan tersebut.

“Warga Singapura aja tertarik pingin punya rumah di sini. Sedangkan bapak dan ibu sekalian sudah memilikinya,” katanya.

Baca Juga:Peresmian Pabrik, Penutup Penting bagi Tahun Gemilang VinFast di Indonesia pada 2025 Dinilai Bisa Jadi Aset Ekonomi Hijau, DTI akan Tingkatkan Kebun Teh Rakyat 

Selain itu, ia juga mengungkapkan wirausaha kuliner dan wisata sesuai dengan konsep transmigrasi akan menciptakan masa depan yang cerah.

Transmigrasi bukan lagi pemindahan penduduk beserta lahan dan bangunannya, namun bagaimana menciptakan masa depan bagi masyarakat yang mengikuti program transmigrasi lokal tersebut.

“Makanya saya sampaikan tadi adalah soal penciptaan masa depan. Nanti kami bikin semacam sentra kuliner, kemudian ada gardu pandangnya sehingga nanti kami bisa datangkan orang dan melihat pemandangan Tanjung Banun yang indah sekali,” ujarnya

0 Komentar