Kasus Influenza A di Sekolah Dipantau, Disdik Bandung Siapkan Opsi PJJ

Siswa
ilustrasi pembelajaran siswa SMP di Kota Bandung. (Dimas/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung membuka kemungkinan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kasus Influenza A di lingkungan sekolah mengalami peningkatan secara signifikan.

Opsi tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila penyebaran Influenza A mulai berdampak terhadap aktivitas pembelajaran di satuan pendidikan.

Namun, Disdik Bandung menegaskan bahwa keputusan penerapan PJJ akan melihat kondisi di lapangan dan tidak dilakukan secara otomatis.

Baca Juga:Dinkes Ciamis Pastikan Nol Kasus Influenza A, Warga Diimbau Jaga Imunitas di Tengah Cuaca Tidak MenentuPakar: Jaga Kebersihan dan Vaksinasi Guna Cegah Influenza A pada Anak

Kepala Disdik Kota Bandung Asep Ghufron mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama Dinas Kesehatan untuk mengetahui perkembangan kasus Influenza A di lingkungan sekolah.

Evaluasi tersebut menjadi penting karena kondisi setiap wilayah maupun satuan pendidikan dapat berbeda. Karena itu, penanganan akan disesuaikan dengan tingkat risiko penyebaran yang ditemukan di masing-masing sekolah.

“Jika nanti banyak laporan kasus Influenza A, tentu sudah dipikirkan. Kami akan mengevaluasi dan melaporkan kepada Bapak Wali Kota untuk arahan selanjutnya,” ujar Asep, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, PJJ menjadi salah satu opsi yang dapat ditempuh apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan. Langkah tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut berdasarkan hasil evaluasi bersama instansi terkait.

Asep menegaskan, sampai saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah Kota Bandung masih berlangsung secara tatap muka. Belum ada keputusan untuk menghentikan pembelajaran langsung dan menggantinya dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

Meski demikian, Disdik tetap membuka ruang evaluasi apabila situasi di lapangan berubah. Laporan mengenai kasus Influenza A yang muncul di lingkungan sekolah akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan selanjutnya.

Disdik juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melihat perkembangan kasus secara lebih menyeluruh. Koordinasi tersebut diperlukan agar langkah yang diambil pemerintah tidak hanya mempertimbangkan keberlangsungan proses pendidikan, tetapi juga kondisi kesehatan warga sekolah.

Baca Juga:Influenza A, sejak Pandemi 1918 hingga lonjakan kasus 2026Disdik KBB Antisipasi Penyebaran Influenza A di Satuan Pendidikan

Penerapan PJJ, apabila nantinya diperlukan, akan bergantung pada hasil evaluasi dan arahan lebih lanjut dari Pemerintah Kota Bandung. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan pembelajaran dapat disesuaikan dengan situasi di masing-masing satuan pendidikan.

“Kalau memang kasusnya meningkat dan perlu ada langkah lanjutan, tentu akan kami evaluasi,” kata Asep.

0 Komentar