JABAR EKSPRES – Aktivitas premanisme, juru parkir (jukir) ilegal hingga peredaran minuman keras (miras) menjadi sasaran operasi gabungan di kawasan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026) siang.
Petugas gabungan turun langsung menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Operasi tersebut melibatkan personel Polres Tasikmalaya, Polda Jawa Barat, Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya serta unsur dinas lintas sektoral.
Penyisiran dilakukan secara berkelompok mulai dari kawasan Alun-alun Singaparna, terminal bus, perbatasan Seruni hingga kawasan Pasar Gudang di Jalan Gudang.
Baca Juga:Pria 63 Tahun Ditemukan Tewas di Dasar Sumur Sedalam 19 Meter, Evakuasi Berlangsung DramatisPenawaran SUN Tembus Rp42,87 Triliun, Pemerintah Serap Rp28,8 Triliun
Hasilnya, puluhan orang yang diduga terlibat aktivitas premanisme dan menjadi juru parkir ilegal terjaring dalam operasi tersebut. Petugas juga menemukan sejumlah titik yang menjual minuman keras dan mengamankan miras dari berbagai jenis.
Mereka yang terjaring kemudian didata oleh petugas untuk dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan tindak lanjut.
Kasubsi Penmas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari membenarkan adanya operasi gabungan tersebut. Menurutnya, kegiatan dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan potensi gangguan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami tadi bekerja sama dengan Polda Jabar dan Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya melakukan operasi premanisme yang tersebar di beberapa titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya,” kata Triana.»
Selain menyasar premanisme dan jukir ilegal, petugas juga menemukan sejumlah minuman keras di beberapa lokasi.
“Sejumlah miras berbagai jenis ikut diamankan yang didapati di beberapa titik. Selain itu, sejumlah preman dan juru parkir ilegal langsung didata petugas untuk dilaporkan ke pimpinan,” ujarnya.
Triana menegaskan, kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Baca Juga:Indonesia Buka Tiga Peluang Investasi Hijau, Pasar Karbon Jadi InsentifQRIS Berpotensi Jadi Rekam Jejak UMKM untuk Buka Akses Pembiayaan
“Agenda ini untuk Kamtibmas di wilayah, supaya gangguan apapun dapat diminimalisir, sehingga menciptakan situasi yang aman bagi masyarakat, khususnya Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.
Operasi tersebut merupakan bagian dari instruksi Gubernur Jawa Barat yang menugaskan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jabar untuk meminimalisir keberadaan premanisme hingga juru parkir ilegal di berbagai daerah.
Penyisiran di kawasan Singaparna menjadi salah satu upaya untuk memastikan ruang-ruang publik, kawasan perdagangan dan pusat aktivitas masyarakat tidak menjadi tempat tumbuhnya praktik yang berpotensi mengganggu ketertiban. (Hen)
