JABAR EKSPRES – Menjelang berakhirnya kebijakan khusus Indonesia untuk impor kendaraan listrik pada akhir 2025, VinFast menandai langkah penting dengan meresmikan pabriknya.
Momen ini menunjukkan perubahan dari sekadar masuk pasar menjadi komitmen jangka panjang, menegaskan keseriusan untuk berinvestasi, melakukan produksi lokal, dan berkontribusi langsung pada perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Lebih dari sekadar pencapaian, peresmian pabrik ini menjadi penutup yang kuat bagi tahun 2025 yang penuh kemajuan, sekaligus membuka jalan menuju 2026.
Baca Juga:Dinilai Bisa Jadi Aset Ekonomi Hijau, DTI akan Tingkatkan Kebun Teh Rakyat Kementan Pastikan Pasokan Daging Sapi Aman, Peternak Terlindungi Jelang Akhir Tahun
Saat 2025 hampir berakhir, kisah perjalanan VinFast tahun ini ditorehkan di kawasan luas di Subang, Jawa Barat.
Di tengah suara mesin dan suasana penuh harapan akan awal baru, VinFast meresmikan pabrik kendaraan listriknya. Peristiwa ini bukan hanya tentang membuka pabrik, tetapi juga merangkum satu tahun penuh perencanaan, kerja nyata, dan keyakinan VinFast bahwa Indonesia adalah mitra jangka panjang dan rumah keduanya.
Bagi VinFast, pabrik Subang adalah hasil dari perjalanan panjang. Keputusan membangun pabrik di Indonesia didasari keyakinan bahwa komitmen sejati terhadap suatu negara harus diwujudkan melalui kehadiran langsung, produksi lokal, dan keterlibatan aktif.
Menurut VinFast, kemampuan memproduksi kendaraan di dalam negeri adalah dasar untuk membangun kepercayaan konsumen, mengembangkan ekosistem, dan memberikan kontribusi jangka panjang bagi industri nasional.
Hanya dalam waktu 17 bulan sejak dimulainya pembangunan, pabrik Subang sudah mulai beroperasi. Kecepatan ini menunjukkan kemampuan VinFast dalam mewujudkan rencana menjadi kenyataan.
Pabrik ini menjadi fasilitas produksi keempat VinFast di dunia, serta yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara di luar Vietnam. Di industri manufaktur besar yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun, pencapaian ini menjadi bukti keseriusan VinFast.
Namun, yang terpenting bukanlah seberapa cepat pabrik ini dibangun, melainkan alasan di balik pembangunannya.
Komitmen Jangka Panjang
Baca Juga:14,6 Juta UMKM Transformasi ke Sektor Formal, Serap Jutaan Tenaga Kerja Dongkrak Ekonomi Warga, Pemkab Cianjur Siapkan Sentra Kuliner dan Oleh-oleh di Gunung Padang
Sejak awal, VinFast memandang Indonesia bukan sebagai pasar sementara, melainkan sebagai bagian penting dari jaringan produksi globalnya.
Hal ini tercermin dalam pabrik Subang yang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap, dengan rencana investasi lebih dari USD 1 miliar.
Pada tahap pertama, VinFast menginvestasikan lebih dari USD 300 juta untuk membangun kapasitas produksi awal hingga 50.000 kendaraan per tahun.
