Jembatan Merah Putih Presisi di Cicalengka-Rancaekek Diresmikan, Bantu Akses Warga hingga Pemakaman

Jembatan Merah Putih Presisi di Cicalengka-Rancaekek Diresmikan, Bantu Akses Warga hingga Pemakaman
Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, dengan Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, resmi diresmikan secara serentak bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (13/8/2026). Foto: Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, dengan Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, diresmikan secara serentak bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (13/8/2026).

Kehadiran jembatan permanen tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama bertahun-tahun mengandalkan jembatan bambu sebagai akses penghubung antarwilayah.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, peresmian Jembatan Merah Putih tersebut merupakan bagian dari peresmian serentak yang dilakukan Presiden RI di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga:Proyek Pembangunan Underpass Gatsu dan Pemeliharaan Jembatan di Cimahi Digulirkan, Pemkot Soroti IniPembangunan Underpass dan Jembatan Pemkot Dimulai, Wali Kota Cimahi Minta ASN Atur Waktu Berangkat

“Jadi, kita bersama-sama Bapak Presiden, meresmikan itu di seluruh Indonesia,” ujar Pipit.

Dalam kesempatan tersebut, Pipit juga melaporkan perkembangan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah Jawa Barat.

Dari total pembangunan yang telah dilakukan, sebanyak 136 jembatan telah rampung, sementara satu jembatan lainnya masih dalam proses penyelesaian.

“Sudah 137, jadi 136 sudah selesai. Satunya sudah 60 persen, tinggal menunggu, mudah-mudahan di akhir bulan ini selesai,” katanya.

Menurut Pipit, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Pihaknya menemukan 18 titik lainnya yang membutuhkan pembangunan jembatan dan ditargetkan segera diselesaikan.

“Tapi masih ada, kami kemarin keliling masih ada ternyata 18 lagi yang segera kami selesaikan. Mudah-mudahan nanti jumlahnya paling besar, yaitu kalau ditotal 155. Bulan depan sudah beres,” ucapnya.

Pipit menjelaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi diprioritaskan untuk wilayah yang membutuhkan, terutama daerah pelosok yang memiliki keterbatasan akses.

Baca Juga:Pembangunan Underpass dan Perbaikan Jembatan Ubah Arus Lalu Lintas di Cimahi, Ini Jalur PengalihannyaMeredam Bisingnya Dunia di Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung: Film "Dan Bandung" Rilis Special Clip

Ia pun mengajak masyarakat untuk menyampaikan secara langsung apabila terdapat fasilitas penghubung atau kebutuhan infrastruktur yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian.

“Apabila memang perlu kehadiran kami, di mana pun berada, tidak perlu nanti-nanti. Mau saat ini, mau nanti, ingin menginformasikan, silakan! Informasikan kepada kami, kami akan hadir,” tutur Pipit.

Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas sehari-hari, tetapi juga menyangkut keselamatan warga.

Sebelum dibangun permanen, akses tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah dan warga yang menuju tempat ibadah.

“Bukan hanya akses adik-adik yang sekolah, yang selama ini membahayakan. Ini kalau banjir atau jatuh, ini akan membahayakan bagi nyawa yang lewat. Namun demikian juga, akses masyarakat dari desa satu ke desa lainnya,” katanya.

0 Komentar