JABAR EKSPRES – Musim kemarau yang melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, menyebabkan sejumlah daerah mengalami krisis air bersih. Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Dusun Priagung, RT 10, RW 04, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman. Ratusan warga di wilayah tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.
Menanggapi kondisi ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Banjar menyatakan bahwa pihaknya belum dapat melakukan pembangunan sumur bor baru pada tahun ini. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kota Banjar, Mustolih, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran dari APBD menjadi kendala utama.
“Tahun sekarang enggak ada pembangunan, cuma karena kita memang sekarang terbatas anggaran dari APBD, paling ada optimalisasi,” ujar Mustolih, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga:Direksi Baru LKM Pancatengah Dilantik, Bupati Cecep Minta Kepercayaan Masyarakat DikembalikanBegini Kronologis Penyiksaan Handi di Sumedang, Korban Sempat Disekap di Sekre FKPPIÂ
Meski demikian, Mustolih menjelaskan bahwa pada tahun 2024, Pemerintah Kota Banjar telah membangun sejumlah sumur bor melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Pembangunan tersebut tersebar di tiga lokasi, yakni Dusun Cimanggu, Desa Batulawang, Kelurahan Pataruman, serta sejumlah titik di Desa Binangun.
Terkait pengelolaan sumur bor yang sudah ada, Mustolih menambahkan bahwa aset tersebut telah diserahkan kepada pihak terkait. Untuk sumur bor yang berada di wilayah desa, aset diserahkan kepada pemerintah desa, sementara yang berada di kelurahan diserahkan kepada kelompok penerima manfaat. Dengan demikian, optimalisasi dan pengelolaannya menjadi kewenangan masing-masing pengelola.
“Biasanya kalau yang di desa aset diserahkan ke desa. Kalau kelurahan ke kelompok penerima manfaat. Untuk optimalisasi kita arahkan ke masing-masing pengelola,” jelasnya.
Mustolih juga menyebutkan bahwa terdapat sejumlah solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis air di Dusun Priagung, salah satunya dengan mencari sumber air baru untuk kemudian ditampung dalam reservoir atau tempat penampungan.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Tirta Anom, Euis Tresna Ekayanti, mengatakan bahwa sebagian wilayah Dusun Priagung telah mendapatkan layanan air bersih dari PDAM. Namun, masih terdapat wilayah yang belum terpasang jaringan PDAM. Kondisi geografis menjadi salah satu kendala karena sebagian wilayah Priagung berada di dataran tinggi.
