JABAR EKSPRES – Anton Sukartono Suratto kembali mendaftarkan diri dalam bursa Bakal Calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat. Incumbent itu berpeluang kembali terpilih secara aklamasi.
Anggota DPR RI itu bertekad untuk bisa memimpin kembali Partai Demokrat Jawa Barat. Karenanya, ia datang langsung untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor DPD, Kamis (13/8).
Menariknya, ia tak datang sendiri. Sebanyak 27 pentolan DPC se Jawa Barat ikut mengiringi langkah Anton. Hal itu menunjukkan signal kuat bahwa dukungannya hampir 100 persen.
Baca Juga:Direksi Baru LKM Pancatengah Dilantik, Bupati Cecep Minta Kepercayaan Masyarakat DikembalikanBegini Kronologis Penyiksaan Handi di Sumedang, Korban Sempat Disekap di Sekre FKPPIÂ
Anton menegaskan, ia memantabkan diri maju dalam Bursa Ketua DPD karena ingin menuntaskan mimpi yang belum tercapai. Yakni membawa Partai Demokrat menjadi jawara di Jawa Barat.
“Kami ada tugas untuk menjadikan Jabar Juara. Pada kemarin (periode sebelumnya. Red) saya dianggapnya belum berhasil, makanya itu hutang saya. Mudah-mudahan pada periode ke depan saya bisa mewujudkannya, ” tegasnya usai mendaftar.
Anton melanjutkan, pihaknya optimistis dengan melihat dukungan yang ada. Termasuk peluang terpilih secara aklamasi.
“Pendaftaran dibuka dari tanggal 10 sampai tanggal 16. Tanggal 10 belum ada yang daftar, 11 belum, 12 juga belum. Ya sudah kalau gitu saya daftar. Saya punya modal 24 DPC, tapi pada saat hadir sekarang ternyata dukungan saya bertambah tiga. Jadi lengkap 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Jadi insyaallah aklamasi, ” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Anton juga menyampaikan sejumlah gagasan besar ketika nanti bisa kembali memegang tongkat komando. Utamanya program – program penguatan internal.
Misalnya penguatan struktur dari tingkat cabang sampai ke anak ranting. Lalu yang tak kalah penting adalah soal saksi. Ia ingin memperkuat saksi yang nanti diterjunkan di TPS dalam pilkada maupun pemilu.
Menurutnya, kehadiran saksi yang berkualitas cukup penting untuk menjaga suara. “Kami pastikan di tiap TPS pasti harus ada saksi dan terlatih,” tegasnya. (son)
