JABAR EKSPRES – Pembangunan Underpass Gatot Subroto (Gatsu) dan pemeliharaan Jembatan Pemkot Cimahi yang dimulai pada Agustus 2026, diharapkan dapat mengubah pola pergerakan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama Kota Cimahi.
Kondisi tersebut membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi meminta masyarakat mempersiapkan perjalanan lebih awal dan mematuhi rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama pekerjaan berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang mengatakan, rekayasa lalu lintas diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran sekaligus keamanan dan keselamatan masyarakat selama pembangunan infrastruktur berlangsung.
Baca Juga:Pemkot Cimahi Sebut Pembangunan Underpass Gatsu Efektif kan MobilitasSetelah Lama Tak Jelas, Pembangunan Underpass Gatsu-Baros Cimahi Akhirnya Masuki Proses Tender
Dishub Cimahi mengimbau masyarakat memahami bahwa pembangunan Underpass Gatsu maupun pemeliharaan Jembatan Pemkot ditujukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas dalam jangka panjang.
“Untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat yang melintas. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi semua aturan lalu lintas yang diberlakukan, terutama terkait dengan rekayasa lalu lintas ini,” demikian pesannya pada Jabar Ekspres, Kamis (13/8/2026).
Menurut Endang, rekayasa lalu lintas yang diterapkan nantinya diarahkan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan warga tetap dapat beraktivitas serta mencapai tempat tujuan masing-masing meskipun terdapat perubahan jalur.
Karena itu, ia meminta masyarakat mengantisipasi potensi kepadatan, khususnya pada jam-jam sibuk.
Endang mengimbau warga yang selama ini menggunakan kendaraan roda empat untuk mempertimbangkan moda transportasi lain, termasuk kendaraan roda dua maupun angkutan umum. Masyarakat juga diminta mengatur ulang waktu perjalanan agar tidak terjebak kepadatan.
“Kami juga mohon masyarakat agar yang biasa menggunakan roda 4 mungkin agar beralih ke roda 2 atau mungkin beralih sementara menggunakan angkutan umum. Atau juga bisa mensiasati dengan lebih awal dalam melakukan perjalanan,” tutur dia.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memulai aktivitas lebih pagi. Sebab, perubahan arus kendaraan dengan rute yang lebih berputar diperkirakan membutuhkan waktu tempuh lebih panjang dibandingkan kondisi sebelum rekayasa lalu lintas diberlakukan.
Baca Juga:Underpass Gatsu-Baros Mandek, Warga Cimahi Tetap Hadapi Macet dan Risiko KecelakaanTender Belum Dimulai, Nasib Underpass Gatsu-Baros Cimahi Belum Pasti
“Dengan adanya peralihan lalu lintas dengan rute yang sedikit berputar ini kan memerlukan waktu juga, durasi yang relatif lebih lama dibanding sebelumnya,” kata Endang.
Kondisi lalu lintas tersebut tidak menutup kemungkinan mengalami perubahan setelah rekayasa diterapkan di lapangan. Karena itu, Dishub Kota Cimahi memastikan evaluasi akan dilakukan untuk melihat efektivitas pengaturan arus kendaraan.
