Kementan Pastikan Pasokan Daging Sapi Aman, Peternak Terlindungi Jelang Akhir Tahun

Kementan Pastikan Pasokan Daging Sapi Aman, Peternak Terlindungi Jelang Akhir Tahun
Ilustrasi daging sapi aman jelang Nataru. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan sapi dan daging sapi nasional dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, seiring upaya menjaga keberlanjutan usaha peternak dan kelancaran distribusi di lapangan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menyampaikan bahwa pengawasan langsung ke sentra penggemukan sapi dilakukan untuk memastikan rantai pasok berjalan normal dan peternak tetap memperoleh harga yang wajar.

“Harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026, stabilitas harga di tingkat hulu ini berperan penting dalam menjaga inflasi pangan pada akhir tahun,” kata Agung dikutip dari ANTARA, Jumat (19/12).

Baca Juga:Cipta Kondisi Nataru, Polres Cimahi Musnahkan Ribuan Botol MirasSoal Larangan Operasional Angkutan Umum Saat Nataru, Dishub Kota Bogor: hanya Angkot ke Arah Puncak Saja!

Menurut Agung, sidak tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan peternak, pelaku usaha, dan konsumen.

Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah wilayah seperti Subang, Tasikmalaya, Tangerang, Bekasi, dan Lampung, harga sapi hidup di tingkat peternak berada di kisaran Rp52.000–Rp53.000 per kilogram bobot hidup. Angka tersebut masih berada di bawah harga acuan pembelian nasional.

Kondisi ini menunjukkan pasokan cukup dan distribusi berjalan baik,” ujar Agung

Ia mencontohkan salah satu feedlot di Subang, PT Agrisatwa Jaya Kencana, yang memiliki kapasitas kandang hingga 20.000 ekor sapi.

Saat ini, populasi sapi bakalan di perusahaan tersebut tercatat hampir 10.000 ekor dan masih akan bertambah dalam waktu dekat.

“Per 12 Desember 2025, populasi sapi bakalan tercatat 9.800 ekor dan akan bertambah lagi 1.800 ekor dalam waktu dekat,” kata dia.

Kesiapan tersebut, lanjut Agung, mencerminkan kemampuan sektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat, tidak hanya pada momen Natal dan Tahun Baru, tetapi juga hingga Idul Fitri 2026.

Baca Juga:Kemenhub Perkuat Pengawasan Penerbangan Jelang Nataru, Siap Hadapi Lonjakan Penumpang105 Personel Satlantas Disiagakan, Polresta Bogor Kota Perketat Pengamanan Nataru

“Jadi saya setuju dengan arahan Pak Menteri tadi. Arahan Pak Menteri tadi kan yang penting itu kan semuanya happy. Peternak happy, pedagang happy, dan konsumen juga happy yang ditunjukkan harga daging sapi stabil,” jelasnya.

Perwakilan PT Agrisatwa Jaya Kencana, Evia Kirana, juga menegaskan bahwa kondisi harga dan pasokan sapi hidup saat ini masih kondusif.

0 Komentar