Banjir dan Longsor Meningkat, BPBD Bandung Pertimbangkan Status Siaga Bencana

Warga Banjaran Wetan Mulai Bersihkan Rumah Usai Tergenang Banjir
Warga RW 06 RT 01 Kampung Blok Desa, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, membersihkan material lumpur sisa-sisa banjir, Jumat (31/10/2025). Foto Agi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung tengah memproses penetapan status siaga bencana menyusul meningkatnya kejadian banjir, longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beni Sonjaya, mengatakan rapat pembahasan status siaga bencana telah dilakukan. Namun, proses administrasi berupa surat keputusan (SK) masih dalam tahap penyelesaian.

“Sudah ada rapat yang membahas status siaga. Adapun surat keputusan perihal itu masih berproses,” ujar Beni saat dihubungi, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga:Irjen Pol Rudi Setiawan Resmi Menyandang Gelar Doktor di UNAIRUlang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog Muda

Ia menjelaskan, meski belum sampai pada tahap penetapan tanggap darurat, kondisi saat ini menunjukkan peningkatan potensi bencana di berbagai titik.

“Melihat kondisi sekarang ini banjir, longsor, pohon tumbang di beberapa titik arahnya memang sudah mulai menjurus ke tanggap darurat. Tapi sejauh ini masih siaga,” ucapnya.

Beni menyebutkan, dalam status siaga bencana, BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap potensi bencana.

“Langkah dari BPBD, ya, kita memonitor semua kejadian. Kita juga berkoordinasi dengan OPD terkait untuk melihat apakah bisa ditangani atau tidak,” tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh personel BPBD tetap siaga di kantor dan segera diterjunkan ketika terjadi bencana di lapangan.

“Karena penetapan siaga ini masih proses, jadi anggota tetap stand by di kantor. Kalau ada kejadian, kita langsung meluncur ke lokasi. Seperti sekarang, masih ada anggota yang menangani sisa pohon tumbang di daerah Ciparay,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, sejumlah wilayah terdampak bencana sejak akhir Oktober hingga awal November 2025.

Baca Juga:Buka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai SaksiDugaan Penyalahgunaan Kewenangan di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Bandung Buka Suara

Pada Jumat (31/10/2025), longsor terjadi di Kampung Sukajadi RT 4 RW 8, Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, yang berdampak pada satu rumah dengan enam keluarga.

Di hari yang sama, longsor juga melanda Desa Rancakole, Kecamatan Arjasari, dengan enam rumah dan 20 warga terdampak di tiga kampung. Longsor lain juga tercatat di Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, yang berdampak pada satu rumah.

Kemudian pada Sabtu (1/11/2025), longsor terjadi di Kampung Patrol RT 1 RW 15, Desa Sadu, Kecamatan Soreang. Beruntung, material longsor tertahan di terasering sehingga tidak menimbulkan kerusakan bangunan.

0 Komentar