JABAR EKSPRES – Penguatan pendidikan karakter menjadi fokus utama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 3 Cimahi tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai Panca Waluya sebagai fondasi pembentukan karakter sejak hari pertama mereka memasuki dunia pendidikan menengah kejuruan.
Sebanyak 699 peserta didik baru mengikuti rangkaian MPLS yang berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 21 Juli 2026.
Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?
Seluruh kegiatan dikemas dalam konsep MPLS Ramah yang menitikberatkan pada proses pembinaan karakter, sekaligus menghilangkan praktik perpeloncoan yang selama ini kerap melekat pada kegiatan orientasi sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas) SMKN 3 Cimahi, Latifah Pujiastuti, mengatakan pelaksanaan MPLS di sekolahnya mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diterapkan secara seragam di seluruh SMA dan SMK.
“Terkait dengan MPLS ini, seluruh SMK-SMA se-Jawa Barat sama, lima hari. Di sekolah kami murid baru itu 699 orang dengan berbagai latar belakang,” kata Latifah saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/26).
Menurutnya, materi yang diberikan selama MPLS disusun mengikuti konsep MPLS Ramah.
Selain memperkenalkan budaya dan lingkungan sekolah, peserta didik juga mulai dibekali pendidikan karakter melalui penerapan nilai-nilai Panca Waluya yang menjadi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai tujuan, sekolah menerapkan sistem pengawasan berlapis. Pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) memang dilibatkan sebagai panitia, namun seluruh aktivitas tetap berada di bawah kendali guru.
“Jadi berlapis-lapis. Siswa diterjunkan, OSIS dan MPK, tapi di situ juga ada guru. Bahkan waktu pulang pun guru masih evaluasi sampai sore untuk mempersiapkan kegiatan besok dan melakukan evaluasi kegiatan hari tersebut,” ujar Latifah.
Baca Juga:Manfaatkan Perjanjian Dagang, Mendag Dorong Ekspor Industri Padat Karya Tagana Kabupaten Tasik Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Cibalanarik
Model pengawasan tersebut menjadi bagian dari komitmen SMKN 3 Cimahi dalam menciptakan lingkungan MPLS yang aman, edukatif, serta benar-benar berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik baru.
Sementara itu, Ketua Pelaksana MPLS SMKN 3 Cimahi, Asep Iwan Hermawan menjelaskan materi yang diberikan kepada peserta didik melibatkan sejumlah instansi eksternal agar pembinaan karakter berlangsung lebih komprehensif.
