JABAR EKSPRES – Di tengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjar yang tengah sulit, Walikota Banjar Ir. H. Sudarsono terus melakukan langkah jemput bola ke pemerintah pusat.
Upaya ini dilakukan untuk membawa anggaran dari kementerian agar dapat turun ke Kota Banjar dan manfaatnya bisa dirasakan untuk masyarakat dan pembangunan Kota Banjar.
“Pada masa-masa sulit ini kita terus melakukan jemput bola, mengusahakan bantuan-bantuan yang ada di kementerian agar bisa diturunkan ke Kota Banjar,” ujar Sudarsono, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga:Kurangi Sampah Plastik, ITB Olah Styrofoam Jadi Perekat Bernilai EkonomiPemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak Kemarau
Salah satu upaya adalah Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Sosial yang memberikan bantuan modal usaha produktif kepada masyarakat.
Sudarsono bersama tim datang langsung ke kementerian menjemput program ini agar bisa direalisasikan di Kota Banjar.
Melalui PPSE, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) berkesempatan mendapatkan bantuan modal hingga Rp5 juta.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk barang atau alat yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis masing-masing penerima.
Tujuan utama program ini adalah mendorong penerima bansos agar lebih mandiri secara ekonomi.
Penerima diharapkan dapat keluar atau graduasi dari kepesertaan bansos maksimal 12 bulan setelah menerima modal usaha.
Adapun kriteria utama penerima PPSE adalah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai Rumah Tangga Desil 1 (sangat miskin), 2, atau 3. Program ini menyasar mereka yang dinilai siap untuk diberdayakan secara ekonomi.
Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan
Dalam menjalankan upaya jemput bola ini, Sudarsono tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh tim, di antaranya Ketua Tim Akselerasi, Bintang.
“Kita tidak bisa berbuat banyak dalam kondisi APBD saat ini. Saya juga dibantu tim, di antaranya Ketua Tim Akselerasi pak Bintang, dalam melakukan upaya-upaya untuk menjemput bola program-program pusat agar bisa turun ke Kota Banjar,” kata Sudarsono.
Kondisi APBD Kota Banjar memang menjadi perhatian. Walikota berharap dengan terus menjalin komunikasi dan mengajukan berbagai program ke kementerian, bantuan dari pusat dapat segera mengalir ke Kota Banjar.
