JABAR EKSPRES- Transformasi digital kini menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, dunia pendidikan dituntut mampu beradaptasi agar dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan global.
Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Seminar Nasional Pendidikan 2026 bertajuk “Mewujudkan Pendidikan Bermutu, Berkarakter, dan Adaptif di Era Transformasi Digital” yang digelar di Aula Universitas Islam Nusantara (UNINUS), Bandung, Sabtu (18/7/2026).
Seminar yang dihadiri akademisi, tenaga pendidik, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan itu menyoroti pentingnya kesiapan guru dan lembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan yang terus berlangsung seiring perkembangan teknologi digital.
Baca Juga:Dispusipda Jabar Genjot Peningkatan Kemampuan Literasi MasyarakatBPJS Kesehatan Beri Penghargaan Kepada Badan Usaha Yang Patuh Regulasi JKN
Rektor Universitas Islam Nusantara (UNINUS) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Komite Nasional Pendidikan (Komnasdik), Prof.Dr.Endang Komara, M.Si, menegaskan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang harus diimplementasikan di seluruh jenjang pendidikan.
Menurutnya, kemajuan teknologi telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan berinovasi agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kalau guru mau meng-upgrade diri, guru mau melakukan inovasi, maka dengan sendirinya anak-anak didik kita akan melahirkan generasi-generasi emas yang harapannya sesuai dengan tujuan negara, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Endang Sukmara.
Ia menjelaskan, pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi momentum penting yang mempercepat pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Berbagai institusi pendidikan kini telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis digital, termasuk model hybrid learning yang mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring.
Menurut Endang, perubahan tersebut membuktikan bahwa transformasi digital telah menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional yang tidak dapat dihindari.
Ia juga mengingatkan perguruan tinggi agar mampu membangun daya saing global tanpa mengesampingkan nilai-nilai akademik serta karakter bangsa yang menjadi identitas pendidikan Indonesia.
