JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status siaga darurat kekeringan di 27 dari 31 kecamatan sebagai langkah mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026.
Sejumlah langkah mitigasi disiapkan, mulai dari distribusi air bersih, pemasangan toren air, hingga penyediaan pompa untuk lahan pertanian.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, antisipasi telah dilakukan sejak dua bulan lalu setelah menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi musim kemarau yang lebih panjang dan kering tahun ini.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak KemarauDipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah Sekolah
“Dari 31 kecamatan, yang terdampak siaga darurat kekeringan ada 27 kecamatan. Dua bulan lalu kami sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk PDAM, untuk mempersiapkan langkah-langkah menghadapi kekeringan berkepanjangan,” ujar Dadang dalam keterangan resminya, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan adalah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung memetakan seluruh wilayah rawan kekeringan.
Pemetaan tersebut menjadi acuan dalam percepatan penyaluran bantuan air bersih apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Raharja diminta menyiapkan toren atau tangki air di setiap kecamatan, terutama yang berada di sekitar lokasi rawan kekeringan.
“PDAM akan memasang toren di masing-masing kecamatan atau di daerah yang mendekati titik lokus. Ini langkah yang kami lakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Di sektor pertanian, Pemkab Bandung juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat berkurangnya ketersediaan air.
Sebanyak 547 daerah irigasi telah diusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan penanganan, dengan 117 titik menjadi prioritas.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga PendanaanKNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi Prioritas
Menurut Dadang, sebagian besar titik prioritas tersebut berada di kawasan aliran Sungai Citarum sehingga memungkinkan dilakukan pemompaan air sebagai sumber irigasi alternatif bagi lahan persawahan.
“Jangan sampai terjadi gagal panen. Dinas Pertanian kami dorong menyediakan pompa agar sawah yang akan tanam maupun yang akan panen tidak kehabisan air,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan air Sungai Citarum diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Bandung tetap terjaga.
