Ulang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog Muda

Ulang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog Muda
Ulang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog Muda
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Memasuki usia ke-18, Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR) meneguhkan langkahnya sebagai garda depan integrasi ilmu psikologi dan hukum. Dengan mengusung tema “Psikologi untuk Keadilan”, perayaan tahun ini bukan sekadar selebrasi, tetapi refleksi atas perjalanan panjang membangun sistem peradilan yang lebih manusiawi di Indonesia.

Billy Martasandy, CEO Martasandy Group, turut memberikan ucapan selamat dan pesan inspiratif bagi generasi psikolog muda. Dalam pernyataannya, Billy menekankan bahwa psikologi forensik bukan sekadar profesi, melainkan bidang yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung keadilan yang manusiawi dan berbasis data.

“Selamat ulang tahun yang ke-18 untuk APSIFOR. Semoga para psikolog muda terus mengembangkan ilmu dan kemampuan mereka untuk menghadirkan keadilan yang adil, berintegritas, dan berorientasi pada kemanusiaan,” ujar Billy Martasandy.

Baca Juga:Buka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai SaksiDugaan Penyalahgunaan Kewenangan di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Bandung Buka Suara

Billy menekankan bahwa ilmu psikologi forensik memiliki peran strategis dalam proses hukum. Melalui keahlian memahami perilaku manusia, para psikolog forensik berkontribusi penting dalam membantu aparat penegak hukum mengambil keputusan yang lebih adil dan berbasis bukti ilmiah.

Menurut Billy, keadilan sejati tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan sistem hukum untuk memahami kompleksitas perilaku manusia. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor seperti akademisi, aparat hukum, hingga dunia industri, agar prinsip keadilan benar-benar berpihak pada kemanusiaan, bukan sekadar pada prosedur.

“Psikologi forensik adalah jembatan antara hukum dan manusia. Dengan pemahaman yang mendalam tentang perilaku manusia, kita dapat memastikan bahwa keadilan tidak hanya formal, tetapi juga substantif dan berperikemanusiaan,” tambahnya.

APSIFOR yang telah berdiri selama 18 tahun, sejak awal didirikan, telah menjadi wadah utama bagi psikolog forensik di Indonesia. Asosiasi ini aktif mengembangkan standar profesional, penelitian ilmiah, pelatihan, dan edukasi publik mengenai peran psikologi dalam sistem hukum. Ulang tahun ke-18 ini juga menjadi momentum bagi APSIFOR untuk menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas psikolog muda agar siap menghadapi tantangan hukum modern, termasuk kejahatan siber, kekerasan dalam rumah tangga, dan berbagai kasus kompleks lainnya.

0 Komentar