Pemkab Bandung Janji Segera Tangani Jembatan Roboh di Cimaung Bandung

Jembatan Penghubung di Cimaung Roboh Sejak Mei, Belum Diperbaiki Pemkab Bandung
Warga saat melintasi jembatan sementara di samping jembatan yang roboh Kampung Hegarmanah, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Foto Agi/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung menanggapi terkait keluhan warga soal jembatan penghubung antar desa di Kampung Hegarmanah, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, yang roboh sejak Mei 2025 dan belum juga diperbaiki.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, mengakui pihaknya sudah mengetahui kondisi jembatan tersebut bahkan sebelum peristiwa robohnya terjadi.

Menurutnya, dinas sudah sempat memberikan peringatan agar kendaraan berat tidak melintas karena bagian bawah jembatan sudah tergerus air sungai.

Baca Juga:Krisis Kepercayaan, Jepang Pertimbangkan Tinggalkan AFC dan Bentuk Federasi BaruLouis van Gaal Takkan Latih Timnas Indonesia!

“Sebelum kejadian itu, kami sudah infokan sebetulnya untuk jembatan itu ada gerusan dan abutment-nya tergerus oleh aliran sungai. Jadi sebenarnya enggak boleh lewat situ. Tapi tetap dilalui truk material yang overload, akhirnya roboh,” jelas Zeis saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).

Zeis menyebut, keterlambatan penanganan jembatan disebabkan oleh mekanisme penganggaran daerah.

Karena peristiwa terjadi di pertengahan tahun, perbaikan tidak bisa langsung dilakukan menggunakan anggaran reguler dari APBD 2025.

“Mekanisme penganggaran kita itu untuk tahun berikutnya. Jadi enggak bisa langsung diperbaiki karena dananya belum tercantum. Tapi kita sudah ajukan melalui anggaran BTT atau belanja tidak terduga,” ujarnya.

Menurutnya, usulan perbaikan sudah masuk ke daftar pekerjaan mendesak, namun prosesnya membutuhkan waktu karena BTT juga digunakan untuk penanganan bencana lain seperti longsor atau puting beliung.

“Dana BTT itu bukan hanya untuk fisik, tapi juga untuk bencana lain yang sifatnya lebih darurat. Tapi kami pastikan ini tetap diprioritaskan, apalagi sudah jadi perhatian publik,” kata Zeis.

Ia memastikan perbaikan akan segera dilakukan setelah proses administrasi dan teknis rampung, dengan opsi menggunakan gelagar baja agar proses pembangunan bisa lebih cepat.

“Insyaallah ini akan segera ditangani. Kita pastikan dulu penopangnya aman, lalu bisa percepatan dengan gelagar baja supaya cepat selesai,” tegasnya.

Baca Juga:Sekda Jateng Serukan Makan Makanan Sehat dan BerkualitasGeliatkan Pariwisata Jateng, 1.000 Peserta Ramaikan Slamet Trail Run 2025

Sebelumnya, keluhan warga Kampung Hegarmanah viral di media sosial setelah ramai unggahan foto jembatan penghubung antar desa yang roboh sejak 26 Mei 2025 belum juga diperbaiki. Padahal, jembatan itu menjadi akses utama warga ke sekolah, lahan pertanian, dan jalan provinsi.

0 Komentar