Ketua RW 1 Kampung Hegarmanah, Nurjana (45), menyebut warga sudah berulang kali melapor namun belum mendapat kepastian waktu perbaikan.
“Sudah hampir lima bulan, belum ada realisasi. Padahal ini jalur anak sekolah dan petani. Kalau muter bisa sampai tiga kilometer,” ujarnya.
Sementara Ketua RT 1, Asep Yogi (52), mengatakan kondisi jembatan semakin memburuk. Bahkan di bagian selatan, beton sudah retak dan mulai berlubang.
Baca Juga:Krisis Kepercayaan, Jepang Pertimbangkan Tinggalkan AFC dan Bentuk Federasi BaruLouis van Gaal Takkan Latih Timnas Indonesia!
“Kalau sampai putus juga, kampung kami bisa terisolir. Kami harap jangan nunggu korban dulu baru diperbaiki,” kata Asep.
