Ramon Tanque : Mesin Serangan yang Dikhawatirkan Menepi Saat Liga Dimulai

Ramon Tanque : Mesin Serangan yang Dikhawatirkan Menepi Saat Liga Dimulai
Pesepak bola Western Sydney Wanderers Phillip Cancar mengejar bola dibayangi Pesepak bola Persib Bandung Ramon de Andrade Souza pada pertandingan persahabatan internasional di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Sabtu (2/8). Persib Bandung berhasil menang tipis atas Western Sydney Wanderers dengan skor 1-0. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah sorotan kamera dan sorak-sorai penonton yang memadati stadion dalam laga uji coba kontra Western Sydney Wanderers, satu momen sunyi terjadi di pertengahan babak pertama: Ramon terduduk di atas rumput, menahan bagian pahanya, staf medis mengangkat tangan meminta pergantian.

Momen itu sekejap membungkam optimisme yang sempat merekah, karena apa artinya pemanasan menjelang liga jika sang mesin utama justru harus menepi?

Cedera itu tak datang dari benturan keras, bukan juga hasil duel udara yang berbahaya. Namun justru dari sebuah momen khas Ramon—sprint cepat menyongsong bola panjang di antara bek lawan. Di sinilah ironinya muncul: kualitas terbaiknya, yaitu kecepatan dan keberaniannya dalam duel, justru menjadi titik rawan yang memunculkan risiko.

Baca Juga:Magis! Wiliam Bawa Persib Menang atas Western Sydney WanderersLaser Vision Correction Makin Diminati, Klinik Prime Hadirkan Teknologi SmilePro Pertama di Jabar

Dan risiko itu kini menjadi kenyataan yang pahit bagi Persib Bandung. Hanya tujuh hari sebelum Liga 1 musim 2025/26 dimulai, tim besutan Bojan Hodak harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka mungkin harus menjalani awal kompetisi tanpa juru gedor utamanya.

Ramon bukan sekadar striker bertugas mencetak gol. Ia adalah gambaran striker modern yang bisa menciptakan ruang, menjadi pemantul bola, hingga memulai serangan dari tengah. Dalam sistem Bojan Hodak yang kerap menekankan transisi cepat dari bertahan ke menyerang, Ramon adalah poros penting.

Dalam laga melawan WSW, sebelum ditarik keluar, Ramon sempat mencatatkan dua peluang berbahaya. Satu datang dari pergerakan diagonal memotong lini belakang lawan, dan satu lagi dari build-up rendah saat ia turun menjemput bola di tengah, lalu melepas operan satu-dua cepat dengan gelandang serang.

Yang paling mencolok adalah kemampuannya menahan bola di bawah tekanan. Dalam dua situasi berbeda, Ramon berhasil memaksa dua bek tengah Wanderers keluar dari posisi, membuka ruang bagi winger Persib masuk ke kotak penalti. Inilah mengapa absennya Ramon bukan sekadar kehilangan pencetak gol, tapi kehilangan pengatur ritme di sepertiga akhir lapangan.

Usai pertandingan, pelatih Persib, Bojan Hodak tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Meski tetap berusaha tenang di hadapan media, nada suaranya mengisyaratkan bahwa ia tengah menyusun rencana darurat.

0 Komentar