Laser Vision Correction Makin Diminati, Klinik Prime Hadirkan Teknologi SmilePro Pertama di Jabar

Laser Vision Correction Makin Diminati, Klinik Prime Hadirkan Teknologi SmilePro Pertama di Jabar
Laser Vision Correction Makin Diminati, Klinik Prime Hadirkan Teknologi SmilePro Pertama di Jabar
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tren teknologi kesehatan mata terus berkembang, salah satunya melalui inovasi Laser Vision Correction (LVC) yang kini kian diminati masyarakat, khususnya anak muda berusia 18 hingga 40 tahun.

Melihat tingginya minat tersebut, Klinik Prime yang berlokasi di Nanarohana, Cimahi, menghadirkan layanan LVC tercanggih bertajuk SmilePro, yang diklaim sebagai teknologi laser mata paling mutakhir saat ini dan pertama di Jawa Barat.

Selama sepekan terakhir, Klinik Prime membuka booth khusus untuk memperkenalkan teknologi LVC kepada masyarakat.

Baca Juga:SMK Pasundan Rancaekek Berikan Hak Penuh Siswa, Orangtua: Anak Tetap Sekolah Meski Ada Tunggakan KA Argo Bromo Anggrek Anjlok di Stasiun Pegadenbaru, Begini Kronologisnya! 

Dokter spesialis mata Klinik Prime, dr. Marita Febiana, Sp.M, menjelaskan bahwa laser vision correction menjadi solusi populer bagi mereka yang ingin terbebas dari kacamata, terutama penderita mata minus, plus, atau silindris.

“Laser vision correction ini adalah tindakan laser yang bisa mengoreksi kelainan refraksi. Tujuannya supaya pasien bisa terbebas dari penggunaan kacamata,” ujar dr. Marita saat ditemui di 23 Paskal, Kota Bandung pada Sabtu (2/8).

Ia menjelaskan, tidak semua pasien dapat langsung menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, Klinik Prime menyediakan alat screening yang lengkap untuk memastikan kesiapan dan kecocokan setiap pasien.

Apabila tidak cocok menjalani LVC, masih tersedia beragam pilihan treatment lain agar pasien tetap bisa beraktivitas tanpa kacamata.

Klinik Prime menyediakan tiga jenis tindakan LVC, yaitu TransPRK, LASIK (femtosecond), dan yang paling mutakhir, SmilePro. Menurut dr. Marita, teknologi SmilePro menjadi unggulan karena tidak memerlukan pembuatan flap pada kornea, sehingga lebih aman dan nyaman.

“SmilePro ini non-flap, jadi tidak perlu membuka flap kornea. Risiko efek sampingnya sangat minimal, bahkan di bawah 1 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, efek samping seperti mata kering yang sering dialami pasien pasca tindakan LVC bisa diminimalisir dengan SmilePro.

Baca Juga:Dugaan SMAT KN Bandung Tak Ikuti Aturan Permendikbudristek, Abaikan 3 Dosa Besar Pendidikan?Terapkan Tiga Kurikulum, SRMP 8 Cimahi Cetak Siswa Disiplin dari Keluarga Miskin Ekstrem

Tindakan SmilePro juga memiliki waktu prosedur yang sangat singkat, hanya sekitar 10 detik untuk proses lasernya. Total waktu tindakan termasuk persiapan hanya sekitar 5–10 menit.

“Untuk recovery, kalau TransPRK bisa sampai dua minggu, LASIK sekitar seminggu. Tapi SmilePro, besoknya juga pasien sudah bisa beraktivitas,” katanya.

Tak hanya dari segi teknologi, Klinik Prime juga mengintegrasikan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan ketebalan kornea yang perlu dikikis sesuai ukuran minus atau plus pasien. Tindakan ini dilakukan langsung di Klinik Prime di Nanarohana.

0 Komentar