Selama masa jabatan pertamanya, Trump menyoroti negara-negara dengan sistem keamanan paspor yang lemah atau kerja sama yang terbatas dengan otoritas AS. Malaysia, yang memiliki sejarah terkait pemalsuan paspor serta keterbatasan dalam berbagi data intelijen, berisiko masuk dalam daftar tersebut.
Mengapa Trump ingin membatasi warga Malaysia di Amerika?
Alasannya berfokus pada pengawasan imigrasi dan pencegahan penipuan. Menurut Trump, negara dengan catatan pemalsuan dokumen atau pemeriksaan latar belakang yang lemah merupakan ancaman nasional.
Malaysia memang pernah menghadapi kasus paspor palsu yang digunakan oleh pelaku kejahatan internasional. Namun, apakah mayoritas warga Malaysia di AS terlibat kriminalitas?
Baca Juga:Review Game Upin & Ipin Universe Harga Rp650 Ribu Tapi Gagal Penuhi Janji DeveloperAvatar: Fire and Ash Hadirkan Visual Avatar 3 Spektakuler dan Antagonis Baru
Tentu tidak. Sebagian besar warga Malaysia di Amerika adalah mahasiswa, pekerja di bidang teknologi, dan profesional yang sah.
Sayangnya, pendekatan Trump yang menyamaratakan bisa membuat seluruh komunitas terkena dampaknya akibat kesalahan segelintir orang. Prinsipnya adalah, “Jika kami tidak bisa memverifikasi identitas Anda, maka Anda tidak bisa masuk.”
Apa dampaknya bagi warga Malaysia?
Jika Malaysia dinilai “tidak aman” atau “tidak kooperatif,” maka pelajar, pekerja, bahkan wisatawan bisa menghadapi penolakan visa atau pembatasan akses. Dalam kebijakan seperti ini, bukan siapa Anda yang penting, tapi dari mana asal Anda.
Bagi warga Malaysia, pintu ke Amerika bisa saja tertutup sewaktu-waktu, cukup dengan satu keputusan politik.
4. Bangladesh
Selama bertahun-tahun, Bangladesh menjalin hubungan yang cukup erat dengan Amerika Serikat, terutama dalam bidang tenaga kerja, kesehatan, dan pendidikan. Namun, kebijakan imigrasi Trump tidak selalu mempertimbangkan hubungan diplomatik. Fokus utamanya adalah persepsi, keamanan, dan kendali.
Bangladesh sering kali disebut dalam diskusi konservatif sebagai negara berisiko tinggi, dan karena itu berpotensi menjadi target berikutnya dari kebijakan imigrasi Trump.
Mengapa Bangladesh bisa masuk daftar larangan kerja di AS?
Salah satu alasan utamanya adalah imigrasi ilegal.
Petugas perbatasan AS melaporkan peningkatan jumlah migran asal Bangladesh yang masuk secara ilegal melalui Meksiko. Meskipun angkanya tidak besar, bagi Trump hal ini sudah cukup menjadi tanda bahaya. Ia percaya bahwa negara yang warganya banyak masuk secara ilegal harus dibatasi atau dilarang total.
