7 Negara Asia yang Terancam Dilarang Bekerja di AS pada 2025 di Bawah Kebijakan Trump

Negara Asia yang Terancam Dilarang Bekerja di AS
Negara Asia yang Terancam Dilarang Bekerja di AS
0 Komentar

Jika ia kembali menjabat, para pekerja, pelajar, bahkan keluarga asal Pakistan berisiko menghadapi larangan perjalanan atau persyaratan visa yang jauh lebih ketat.

Apakah ini bisa menghentikan warga Pakistan dari mengejar mimpi Amerika?

Tentu saja. Bahkan pengunjung damai dapat ditolak hanya karena kebangsaan mereka. Bagi banyak orang, kembalinya Trump bisa berarti hilangnya akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan rasa aman di Amerika Serikat, tanpa memandang niat baik mereka.

2. Indonesia

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia selama ini memiliki hubungan yang relatif damai dengan Amerika Serikat. Namun, selama masa kepresidenannya, Trump beberapa kali menyuarakan kekhawatirannya terhadap imigrasi dari negara-negara mayoritas Muslim, meskipun negara tersebut tidak memiliki hubungan langsung dengan aksi terorisme.

Baca Juga:Review Game Upin & Ipin Universe Harga Rp650 Ribu Tapi Gagal Penuhi Janji DeveloperAvatar: Fire and Ash Hadirkan Visual Avatar 3 Spektakuler dan Antagonis Baru

Walaupun Indonesia tidak pernah secara resmi masuk dalam daftar larangan, Trump sempat mengisyaratkan bahwa ia ingin memperluas kebijakan “Muslim Ban” ke lebih banyak negara.

Lalu, mengapa kini warga Indonesia bisa menjadi sasaran?

Alasannya berakar pada ketakutan terhadap agama dan budaya. Kebijakan Trump di masa lalu menunjukkan bahwa ia menganggap negara-negara mayoritas Muslim sebagai berisiko tinggi terhadap radikalisasi, meskipun tanpa bukti yang kuat. Ia beralasan, “Kami tidak bisa mengambil risiko.”

Apakah imigran asal Indonesia berbahaya? Sama sekali tidak.

Mayoritas warga Indonesia di Amerika bekerja di sektor perhotelan, teknologi, atau sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa internasional. Mereka taat hukum dan berkontribusi terhadap perekonomian.

Namun, dalam sudut pandang kebijakan Trump, warga sipil yang damai tetap bisa terkena dampaknya hanya karena asal negara mereka.

Apakah ini bisa memengaruhi keluarga dan pekerja yang sudah tinggal di AS?

Sudah pasti. Permohonan perpanjangan visa bisa ditolak. Peluang kerja dapat hilang. Bahkan kebebasan beragama bisa terasa terancam.

Dengan kemungkinan Trump kembali menjabat, Indonesia bisa saja masuk ke dalam daftar hitam, bukan karena kesalahan apa pun, tetapi karena cara pandang Trump terhadap imigrasi.

Baca Juga:Muncul Next 16 Aplikasi Pengganti Next 15 Modus Baru Penipuan dengan QRIS GojekSimulasi Pinjaman KUR BRI 2025, Cicilan per Bulan Sesuai Tenor dan Plafon untuk Modal Usaha

3. Malaysia

Meskipun Malaysia jarang menjadi sorotan dalam politik luar negeri Amerika Serikat, negara ini berpotensi terkena dampak dari pandangan Trump yang lebih ketat terhadap imigrasi.

0 Komentar