Secara politis, hubungan AS–India mungkin tetap stabil. Namun, dampak pribadi dan ekonomi terhadap komunitas India bisa berlangsung dalam jangka panjang. Pada akhirnya, bahkan sekutu kuat pun perlu bersiap menghadapi kebijakan yang lebih mengutamakan ketakutan daripada data. Komunitas India di AS kini menghadapi ketidakpastian, kekhawatiran, dan masa depan yang tak menentu.
7. Filipina
Filipina merupakan salah satu komunitas imigran terbesar di Amerika Serikat. Banyak warga Filipina yang bekerja di sektor kesehatan, perhotelan, dan perawatan lansia. Mereka dikenal karena etos kerja tinggi dan mudah beradaptasi secara budaya, terutama dalam bidang keperawatan dan caregiving.
Lalu, mengapa Trump mempertimbangkan pelarangan terhadap pekerja dari Filipina?
Jawabannya terletak pada isu visa overstay, yakni tinggal melebihi masa berlaku visa. Filipina selama ini termasuk dalam daftar negara Asia dengan tingkat overstay tertinggi untuk visa wisata maupun kerja.
Baca Juga:Review Game Upin & Ipin Universe Harga Rp650 Ribu Tapi Gagal Penuhi Janji DeveloperAvatar: Fire and Ash Hadirkan Visual Avatar 3 Spektakuler dan Antagonis Baru
Bagi Trump, ini menandakan lemahnya pengawasan imigrasi dan ketidakpatuhan terhadap hukum AS.
Ini menjadi salah satu alasan utama untuk memberlakukan pembatasan visa kerja.
Apakah visa overstay berarti orang Filipina berbahaya?
Tidak. Mayoritas hanya berusaha mencari nafkah atau menunggu proses imigrasi yang sering kali lambat. Banyak kasus overstay terjadi karena lamanya antrean green card atau keterlambatan dalam pemrosesan dokumen.
Namun, pendekatan Trump tetap keras: “Aturan adalah aturan. Melanggarnya, meskipun karena keadaan terdesak, cukup untuk menutup pintu akses ke depan.”
Apa dampaknya bagi keluarga Filipina di AS?
Dampaknya bisa sangat berat. Tenaga perawat dan caregiver mungkin kehilangan tawaran pekerjaan. Proses penyatuan keluarga bisa tertunda bertahun-tahun. Bahkan mahasiswa bisa ditolak visanya karena dianggap berisiko tinggi.
Apakah kebijakan ini juga bisa merugikan AS?
Jelas. Dengan krisis kekurangan tenaga perawat di seluruh negeri dan jumlah lansia yang terus meningkat, pelarangan pekerja Filipina bisa memperparah masalah ini.
Namun bagi Trump, persepsi dan citra publik sering kali lebih penting daripada konsekuensi jangka panjang.
Baca Juga:Muncul Next 16 Aplikasi Pengganti Next 15 Modus Baru Penipuan dengan QRIS GojekSimulasi Pinjaman KUR BRI 2025, Cicilan per Bulan Sesuai Tenor dan Plafon untuk Modal Usaha
Meskipun warga Filipina merupakan “tulang punggung” sistem perawatan Amerika, mereka bisa saja terkunci di luar negeri, bukan karena niat buruk, melainkan karena definisi Trump tentang pelanggaran hukum.
